Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AIR MINUM: Australia bantu dana pembangunan jaringan

JAKARTA: Pemerintah Australia melalui Indonesia Infrastructure Initiative (INDII) siap menggulirkan dana hibah sebesar A$190 juta dalam kurun Juni 2012 hingga 2015 guna membantu pemenuhan kebutuhan air minum dan sanitasi di Indonesia.Komitmen perjanjian
Andhina Wulandari
Andhina Wulandari - Bisnis.com 22 Mei 2012  |  14:14 WIB

JAKARTA: Pemerintah Australia melalui Indonesia Infrastructure Initiative (INDII) siap menggulirkan dana hibah sebesar A$190 juta dalam kurun Juni 2012 hingga 2015 guna membantu pemenuhan kebutuhan air minum dan sanitasi di Indonesia.Komitmen perjanjian pemberian hibah antara AusAID (pemerintah Australia) dan pemerintah Indonesia sudah ditandatangani pada 26 April lalu dalam subsidiary agreement.Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum Budi Yuwono mengatakan program ini merupakan tahap kedua.

 

Sebelumnya AusAID telah mengucurkan bantuan senilai US$20 juta untuk membangun 77.000 sambungan rumah (SR) air minum dan 5.000 sambungan rumah (SR) air limbah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). 

"Ini program AusAID yang mereka sendiri bilang sangat sukses karena langsung dirasakan masyarakat. Tahap pertama sudah selesai tahun kemarin. Sekarang tahap kedua, Juni nanti siap digulirkan 190 juta dollar Australia hingga 2015," ujarnya, Selasa, 22 Mei 2012.

Pihaknya telah melakukan proses sosialisasi kepada 112 kabupaten/kota yang berminat mengikuti program tersebut dan akan terus berlanjut. Nantinya pemerintah akan menseleksi sekitar 100 kabupaten/kota yang berhak memperoleh bantuan.Daerah yang akan menerima manfaat terutama yang telah menyiapkan strategi sanitasi dan air bersih untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

 

Selain itu, adanya komitmen pemerintah daerah untuk menalangi dana tersebut dari APBD sebab hibah baru dapat dicairkan setelah berfungsi.Direktur Pengembangan Air Minum Ditjen Cipta Karya Danny Sutjiono menuturkan pada tahap kedua ini, pemda yang akan menerima hibah harus memiliki komitmen untuk meningkatkan investasi air minum, selain harus sehat atau bebas dari hutang.Dia pun berharap agar setelah mendapatkan hibah, pemda  dapat mempergunakan dananya kembali untuk mengembangkan pelayanan.Karena itu, dalam salah satu ketentuan ditetapkan bahwa untuk PDAM yang membangun di bawah 1.000 SR, oleh AusAID dikenakan harga Rp 2 juta per SR-nya.

 

"Sedangkan di atas 1.000 SR dikenakan harga Rp 3 juta per SR-nya," ujarnya.  (ra)

 

 

 

BERITA FINANSIAL PILIHAN REDAKSI:

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Basilius Triharyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top