Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INDUSTRI ENERGI: Blok Cepu beroperasi 2014

 
Samantha Ardiansyah
Samantha Ardiansyah - Bisnis.com 22 Mei 2012  |  17:40 WIB

 

 

JAKARTA: Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menargetkan proyek Banyu Urip, Blok Cepu yang dioperatori Mobil Cepu Ltd (MCL) mulai berproduksi pada Mei 2014, dengan produksi 90.000 barel minyak bumi per hari (bopd). 

Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) R. Priyono mengungkapkan pada saat produksi awal minyak dari blok yang terletak di Bojonegoro, Jawa Timur itu, kapasitas plant baru beroperasi sekitar 50% dari kapasitas total. 

Namun, lanjutnya, produksi akan meningkat secara bertahap, seiring dengan bertambahnya jumlah sumur produksi. 

"Blok Cepu ditargetkan berproduksi mulai 2014 dengan 18 sumur produksi, tetapi dengan catatan, semua pihak mendukung penuh seluruh kebutuhan proyek," ujarnya saat rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, hari ini, Selasa, 22 Mei 2012. 

Menurut Priyono, proyek Banyu Urip Blok Cepu itu ditargetkan berproduksi sebanyak 150.000 bopd dengan 20 sumur produksi pada Agustus 2014. Selanjutnya, produksi naik menjadi 185.000 bopd dengan 25 sumur produksi pada November--Desember 2014. 

Dia menjelaskan jadwal penyelesaian proyek sangat ketat, dengan asumsi pemboran rata-rata per sumur hingga berproduksi sekitar 53 hari per rig. Selanjutnya, produksi optimum rata-rata per sumur sebesar 7.500 bopd, sesuai dengan kajian MCL. 

"Kami telah meminta MCL untuk melipatgandakan volume pekerjaan, tanpa mengabaikan kualitas. Jika ini terealisasi, produksi 1 juta barel per hari dapat terwujud," tuturnya. 

Seperti diketahui, proses lelang untuk lima kontrak engineering, procurement, dan construction (EPC) sudah selesai dan semua kontraknya telah ditandatangani sepanjang 2011. Penetapan pemenang terakhir dilakukan untuk EPC 5 pada 6 Desember 2011. 

Pada bulan yang sama, juga dilakukan peletakan batu pertama oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik. Kegiatan EPC sempat mengalami kemunduran dari target yang disebabkan oleh keterlambatan beberapa ijin di lapangan dan permasalahan pembebasan lahan.(msb)

 

BERITA FINANSIAL PILIHAN REDAKSI:

METRODATA ELECTRONICS Siapkan Right Issue

PASAR SURAT UTANG: Investor Cenderung Wait & See

Danareksa Investment Rilis RDPT Infrastruktur

AKSI ALIBABA: Berniat Beli Sahamnya Dari Yahoo! Senilai US$7 Miliar

HARGA EMAS: Pasar Keuangan Tertekan, Logam Mulia Melonjak

TRANSAKSI AFILIASI: Adi Karya Pinjamkan APR Rp57,1 Miliar

TOPIK AKTUAL PILIHAN REDAKSI:

KASUS NARKOBA: Sabu-Sabu Di Sumut Banyak Berasal Dari Malaysia

TRAGEDI SUKHOI: Wah.. Ada Dugaan Penipuan Jamsostek!

JUSUF KALLA: Memimpin Bisnis Beda Dengan Pemerintahan

DAUD YORDAN Naik Ring Lagi Juli

 

ENGLISH NEWS:

PALM OIL Climbs As Biggest Weekly Drop In 5 Months Lures Buyers

PLN To Spend IDR2.54 Trillion For VILLAGE ELECTRICITY Program

ARC Broadens Relationship With ANGLO AMERICAN In Indonesia

MARKET OPENING: Index Fall 46.79 Point

MARKET MOVING: BCA Eyes IDR4 Trillion Infrastructure Loans

RUPIAH Advances Most In Two Weeks On CHINA Pledge

JANGAN LEWATKAN5 Kanal TERPOPULER Bisnis.Com

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Nurbaiti

Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top