Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KAKAO: Fermentasi biji dongkrak harga di Aceh

BANDA ACEH: Para petani binaan ActionAid Australia (AAA) dan Yayasan Keumang, giat melakukan proses fermentasi biji kakao untuk mendongkrak kualitas. Sebelumnya, para petani ini dibekali teknik fermentasi.Head of Training AAA - Yayasan Keumang, Khairul
News Editor
News Editor - Bisnis.com 21 Mei 2012  |  13:52 WIB

BANDA ACEH: Para petani binaan ActionAid Australia (AAA) dan Yayasan Keumang, giat melakukan proses fermentasi biji kakao untuk mendongkrak kualitas. Sebelumnya, para petani ini dibekali teknik fermentasi.Head of Training AAA - Yayasan Keumang, Khairul Anwar mengatakan pihaknya telah melatih 450 petani kakao dengan teknik fermentasi di seluruh wilayah Program Kakao Aceh yang sedang dijalankan lembaga tersebut; di Kabupaten Pidie, Aceh Utara dan Aceh Timur.“Semua petani dianjurkan untuk melakukan fermentasi,” ujarnya, Senin, 21 Mei 2012.Menurutnya, fermentasi adalah proses pemeraman biji kakao dalam sebuah wadah khusus sebelum dijemur dan dikeringkan. Pentingnya fermentasi pada biji kakao dikarenakan pada proses ini dihasilkan calon senyawa aroma khas cokelat. Fermentasi dapat menurunkan kadar polifenol yang dapat menurunkan rasa kelat.Khairul mengatakan, hasil fermentasi dari petani tersebut akan dibeli dengan nilai lebih oleh Koperasi Sekunder Kakao Aceh di Glumpang Tiga Pidie, yang juga difasilitasi oleh program Kakao Aceh.“Harganya bisa meningkat Rp1.000 sampai Rp2.000 per kilogramnya, dibandingkan dengan biji kakao hasil pengeringan biasa atau konvensional,” ujarnya.Nilai lebih ini sesuai dengan permintaan pasar internasional. Sementara itu, M Nasir, pegiat kakao di Padang Tiji mengakui petani di daerahnya telah mulai membiasakan proses fermentasi untuk mengolah kakao pascapanen.“Petani kakao di Padang Tiji sudah biasa melakukan fermentasi, dulunya tidak pernah,” ujarnya.Menurutnya, masyarakat sudah mulai sadar melakukan fermentasi karena mampu meningkatkan pendapatan mereka. Dia sendiri ikut mengajarkan petani dari rumah ke rumah untuk teknik tersebut.“Waktunya memang lebih lama sekitar 3 hari dibandingkan dengan proses penjemuran biasa, tapi memuaskan,” ujarnya. Hal sama diakui oleh Bahruddin, Sekretaris Koperasi KakaoMeuguna Padang Tiji. Beberapa petani telah menjual hasil kakao fermentasi ke koperasinya. Beberapa waktu lalu, dia mengakui kedatangan tim dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan Nasional, yang menjanjikan bantuan untuk mengajarkan warga melakukan fermentasi kakao. (k33/arh)

 
 

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : JIBI

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top