Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

TRANSPORTASI DARAT: Suku cadang angkutan barang sulit

JAKARTA: Pengusaha angkutan barang dan peti kemas dari dan kepelabuhan mengaku kesulitan  mengganti suku cadang berupa ban baru untuk armada angkutan tersebut karena harganya terus melambung.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 21 Mei 2012  |  14:59 WIB

JAKARTA: Pengusaha angkutan barang dan peti kemas dari dan kepelabuhan mengaku kesulitan  mengganti suku cadang berupa ban baru untuk armada angkutan tersebut karena harganya terus melambung.

 

Karenanya, kalangan operator angkutan pelabuhan ini berharap pemerintah dapat menekan harga suku cadang tersebut, agar pengusaha sektor ini tetap bisa mengoperasikan armada yang laik operasional.

 
Wakil Ketua Organda Angkutan Khusus Pelabuhan DKI Jakarta Sumihar Hutagaol, mengatakan saat ini selain bahan bakar minyak (BBM), harga komponen dan suku cadang termasuk ban juga yang paling berkontribusi terhadap biaya operasional perusahaan angkutan barang dan peti kemas di pelabuhan.
 
 
“Untuk penggunaan BBM terjadi peningkatan rata-rata 20%-30% setiap armada akibat kendala kemacetan yang terjadi setiap hari pada akses jalur distribusi dari dan ke Pelabuhan Tanjung Priok,” ujarnya kepada Bisnis, Senin, 21 Mei 2012.
 
 
Dia mengatakan saat ini sulit bagi pengusaha angkutan pelabuhan untuk menaikkan ongkos angkut secara sepihak dikarenakan tarif angkut yang berlaku cenderung berpatokan pada kondisi pasar.
 
 
“Supply and demand sangat menentukan ongkos angkut. Apalagi, pedoman tarif yang sudah ada saja belum bisa berlaku sepenuhnya, yakni dilapangan paling hanya 80% dari pedoman tarif yang sudah disepakati asosiasi pengguna dan penyedia jasa di Pelabuhan,” paparnya.
 
 
Untuk itu, kata dia, guna menjaga eksistensi usaha sektor ini sekaligus menjaga faktor keselamatan angkutan barang di jalan raya, sudah seharusnya pemerintah dapat menekan harga ban untuk kebutuhan armada pelabuhan.
 
 
Dia mencontohkan untuk harga ban baru saat ini rata-rata Rp3 juta-Rp3,5 juta/unit, sedangkan ban vulkanisir Rp1 juta--Rp1,5 juta/unit. Penggantian ban truk/trailer umumnya dilakukan setiap 8 bulan sekali atau setelah penggunaan jarak tempuh 30.000 km. “Kalau menggunakan ban vulkanisir paling kuat 3 bulan karena beban yang di angkut tidak ringan,” tuturnya.(msb)

 

BERITA FINANSIAL PILIHAN REDAKSI:

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Akhmad Mabrori

Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top