Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KONTRAKTOR MIGAS diminta naikkan anggaran CSR

 
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 18 Mei 2012  |  18:36 WIB

 

JAKARTA : Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) meminta para Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) meningkatkan alokasi anggaran untuk kegiatan pengembangan masyarakat (CSR).

 
Kepala Divisi Humas, Sekuriti, dan Formalitas BP Migas Gde Pradnyana mengatakan saat ini anggaran untuk CSR dari industri hulu migas masih minim, terutama bila dibandingkan dengan besarnya kontribusi sektor ini terhadap penerimaan negara.
 
Berdasarkan data BP Migas, saat ini anggaran CSR dari seluruh KKKS jumlahnya sekitar Rp500 miliar per tahun, jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan jumlah penerimaan negara dari sektor hulu migas yang sebesar Rp280 triliun per tahun.
 
“Anggaran CSR setidaknya mencapai Rp2 triliun per tahun,” ujar Gde dalam keterangan resmi  hari ini.
 
Menurut Gde, anggaran CSR dibutuhkan utamanya untuk mendanai program-program pengentasan kemiskinan serta peningkatan ekonomi masyarakat di daerah operasi migas di seluruh Indonesia. Di sisi lain, saat ini tekanan dari masyarakat di sekitar wilayah operasi migas terhadap CSR KKKS juga semakin meningkat.
 
Meski anggaran CSR masih minim, namun Gde mengklaim program CSR yang dilakukan para KKKS sudah tepat sasaran. Gde menyarankan agar kegiatan CSR yang bersifat charity sebaiknya dikurangi dan digantikan dengan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, dalam mengawasi kegiatan CSR yang dilakukan KKKS, BP Migas telah menerapkan acuan melalui program Bright and Green.
 
“Melalui program ini, kegiatan CSR diarahkan agar masyarakat terutama yang berada di sekitar operasi migas, bisa ikut mendapatkan manfaat langsung dari keberadaan eksploitasi migas di sekitar mereka,” jelas Gde.
 
Selain itu, BP Migas saat ini juga telah bekerjasama dengan Kementerian Sosial dan Kementerian Kelautan dan Perikanan, untuk memperoleh pemetaan sosial dan penyusunan program-program kegiatan yang tepat untuk masyarakat nelayan.
 
Seperti diketahui, kegiatan eksplorasi dan eksploitasi migas umumnya dilakukan di daerah-daerah terpencil dan seringkali bersinggungan dengan masyarakat dan nelayan yang kehidupan ekonominya tertinggal. (sut)

 

 

BACA JUGA

MOTO GP—Stoner Pimpin Free Practice I, Pedrosa Geser Dovizioso

INDONESIAN IDOL 2012: Malam Ini YODA Akan Ngerock Lagi

Indonesian Coal Swaps Snap Four-Day Loss

HARGA EMAS Bergerak Di Kisaran US$50,60/Gram

TRAGEDI SUKHOI: TIm SAR Rusia Dikawal Kopassus

 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top