Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

REVISI REGULASI IMPORTIR: Kadin masih keberatan

JAKARTA: Kamar Dagang dan Industri Indonesia keberatan terhadap rencana pemerintah yang akan merevisi Permendag No 27/2012 mengenai Ketentuan Angka Pengenal Importir.Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik Natsir Mansyur berpendapat
News Editor
News Editor - Bisnis.com 16 Mei 2012  |  19:05 WIB

JAKARTA: Kamar Dagang dan Industri Indonesia keberatan terhadap rencana pemerintah yang akan merevisi Permendag No 27/2012 mengenai Ketentuan Angka Pengenal Importir.Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik Natsir Mansyur berpendapat revisi pada akhirnya tidak melindungi industri dalam negeri karena barang impor dengan leluasa masuk ke pasar domestik.“Kadin bersama pemerintah ketika itu menyusun regulasi ini (Permendag No 27/2012) untuk menjaga pasar domestik. Sekarang malah diubah lagi. Aspek perlindungannya (terhadap produk dalam negeri) jadi hilang. Sudah, terserah pemerintah saja,” ungkapnya, hari ini, 16 Mei 2012.Seperti diketahui, Kementerian Perdagangan berencana merevisi Permendag No 27/2012 dengan mengizinkan satu pemegang angka pengenal importir umum (API-U) mengimpor lebih dari satu kelompok/jenis barang.Semula, pasal 4 beleid itu menyebutkan satu pemegang API-U hanya dapat mengimpor kelompok/jenis barang yang tercakup dalam satu bagian sebagaimana tercantum dalam sistem klasifikasi barang.Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Deddy Saleh sebelumnya menyampaikan pihaknya akan merevisi regulasi itu demi menjaga alur bisnis importir yang sudah berjalan selama ini.Sebagai contoh, agen tunggal pemegang merek (ATPM) otomotif yang harus mengimpor karet list kaca mobil, di samping mendatangkan mobil dari negara asal.Mobil berada pada kelompok kendaraan, kendaraan udara, kendaraan air dan perlengkapan pengangkutan yang berkaitan (section XVII), dengan kelompok pos tarif (harmonized system) 86.01 sampai dengan 89.08.Adapun karet list kaca mobil berada pada kelompok plastik dan barang dari padanya; karet dan barang daripadanya (section VII), dengan kelompok HS 39.01 sampai dengan 40.17.Namun menurut Natsir, alasan itu tidak dapat dibenarkan. “Pemerintah jangan meng-hire pengusaha nakal. Ini supaya tertib,” ujarnya. (08/Bsi)

 

JANGAN LEWATKAN:

>>> 5 KANAL TERPOPULER BISNIS.COM

>>> 8 ENTREPRENEUR YANG MENGINSPIRASI

>>> 10 ARTIKEL MOST VIEWED BISNIS.COM


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Sri Mas Sari

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top