Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wika Beton gandeng perusahaan jepang untuk garap proyek MRT

JAKARTA: PT Wijaya Karya Tbk melalui anak usahanya PT Wijaya Karya Beton menggandeng perusahaan asal Jepang, PT Komponindo Betonjaya untuk menggarap proyek mass rapid transit (MRT).
News Editor
News Editor - Bisnis.com 10 Mei 2012  |  20:33 WIB

JAKARTA: PT Wijaya Karya Tbk melalui anak usahanya PT Wijaya Karya Beton menggandeng perusahaan asal Jepang, PT Komponindo Betonjaya untuk menggarap proyek mass rapid transit (MRT).

Sekretaris Perusahaan Wijaya Karya Natal Argawan mengatakan untuk memuluskan rencana tersebut, Wika Beton membentuk perusahaan patungan (joint venture) dengan Komponindo yang diberi nama PT Wijaya Karya Komponen Beton (Wika Beton).

“Kobenindo merupakan anak perusahaan PS Mitsubishi Construction, Co.Ltd. yang berpusat di Tokyo, Jepang dan bergerak di industri beton pracetak yang memproduksi berbagai produk tersebut,” ujarnya seperti dikutip dalam siaran pers hari ini, 10 Mei 2012.

Natal mengungkapkan tujuan pendirian perusahaan patungan ini adalah untuk menangkap peluang proyek-proyek yang didanai oleh Japan Bank for International Cooperation (JBIC) yang mensyaratkan adanya produk hasil kerjasama dengan salah satu perusahaan dari Jepang.

Selain itu, lanjutnya pembentukan perusahaan patungan dapat membantu penyerapan teknologi dan produk baru yang bisa dikembangkan di Indonesia. Menurutnya, dari pembentukan perusahaan patungan itu akan dihasilkan produk yang diperuntukkan bagi proyek-proyek infrastruktur di Indonesia, seperti MRT. “Penandatanganan akta pendirian dilakukan di hadapan notaris hari ini,” tuturnya.Dalam joint venture ini, modal dasar yang disepakati sebesar Rp374 miliar dengan modal disetor sebesar Rp95 miliar. Penyertaan saham dari masing-masing adalah Wika Beton sebesar 51% dan Kobenindo 49%.

Natal memaparkan dalam waktu dekat, perseroan akan membangun pabrik di Kawasan Industri Karawang, Jawa Barat di atas lahan seluas 3,3 hektare. Pabrik itu, ungkapnya dirancang untuk mampu memproduksi beton pracetak.

“Khususnya yang berkaitan dengan produk teknologi Jepang dalam memenuhi kebutuhan pembangunan MRT di Jakarta dan proyek lain nantinya,” ujanrya.(mmh)

 

 

+ JANGAN LEWATKAN:

10 ARTIKEL PILIHAN Hari Ini

5 Kanal TERPOPULER Bisnis.com

 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Intan Permatasari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top