Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DEPALINDO : Tiga pelabuhan dinilai lamban

JAKARTA: Tiga pelabuhan di Indonesia diprotes karena kinerja bongkar muatnya terlampau lama menyebabkan tingginya biaya logistik yang langsung berdampak pada daya saing Indonesia. Ketiga pelabuhan yang dimaksud yakni Pelabuhan Panjang Lampung yang
Arif Gunawan Sulistyono
Arif Gunawan Sulistyono - Bisnis.com 08 Mei 2012  |  15:16 WIB

JAKARTA: Tiga pelabuhan di Indonesia diprotes karena kinerja bongkar muatnya terlampau lama menyebabkan tingginya biaya logistik yang langsung berdampak pada daya saing Indonesia. Ketiga pelabuhan yang dimaksud yakni Pelabuhan Panjang Lampung yang dikelola PT Pelabuhan Indonesia  (Pelindo) II, Pelabuhan Pontianak (Pelindo II), dan Pelabuhan Belawan Medan (Pelindo I). Ketua Umum Dewan Pemakai Jasa Angkutan Indonesia (Depalindo) Toto Dirgantoro mengatakan kinerja bongkar muat terparah terjadi di Pelabuhan Pontianak “Kinerja infrastruktur yang tidak ada pengembangan, dermaga, cranenya tua. Pengembangannya ada, cuma lebih lambat ketimbang pertumbuhan, seperti kancil dan siput. Sehingga hingga hari ini masih tetap terjadi.kelambatan di Pelabuhan Panjang Lampung, Pontianak, dan Belawan Medan. Yang paling parah Pontianak,” kata Toto kepada Bisnis, Selasa, 8 Mei 2012. Dia menambahkan Depalindo sudah menyurati presiden melalui Sekretaris Kabinet untuk protes soal lamanya kinerja di ketiga pelabuhan tersebut. Namun sampai sekarang belum ada jawaban. “Kami sudah kirim surat kepada ketua tim kelancaran arus barang Wakil Sekretaris Kabinet, tembusan Menteri Perhubungan, Kementerian Perdagangan dan Dirjen Perhubungan Laut, tetapii belum ada jawaban hingga kini,” ucap Toto. Toto menjelaskan ketiga pelabuhan, yakni Belawan, Panjang, dan Pontianak, dweeling time atau massa tunggu kapal butuh waktu yang cukup signifikan. Butuh waktu 30 jam- 40 jam hanya untuk massa tunggu sandar, setelah sandar, kinerja bongkarnya juga lambat.

Menurutnya, biaya logistik terbesar muaranya di sektor pelabuhan. Namun masalah di pelabuhan yang menyebabkan lamanya dwelling time ini bukan hanya untuk infrastrukturnya, juga terkait dengan karantina, bea cukai, kapal pandu, kapal tunda, syah bandara.“Yang perlu dipahami, high cost bukan hanya dari sisi tarif, tetapi sisi produktifitas dan efisiensi. Misalnya bea cukai, respon 3 hari, ini high cost, ada penumpukkan dan demorate. Bongkar muat lambat,” ujarnya. Toto menambahkan karena kinerja bongkar muat di pelabuhan yang lambat, menyebabkan biaya logistik Indonesia lebih mahal ketimbang negara-negara tetangga. Indonesia saat ini mencatat biaya logistik sebesar 17%, sedangkan di Singapura, misalnya, hanya 5%-8%. Akibatnya, lanjut Toto, peringkat logistik Indonesia turun dari 43 menjadi 73 di dunia pada 2011, ironisnya, peringkat ini di bawah Thailand di urutan 53. “Begitu juga performance bea cukai kita yang turun di urutan 72 dari 42,” tuturnya. General Manajer Pelabuhan Panjang PT Pelindo II Doso Agung mengatakan dwelling time terminal Petikemas Cabang Panjang maksimal hanya 1,5 hari, karena yard occupancy ratio (YOR) lapangan kontainer hanya 30% . “Kalau waiting time kapal kontainer nol atau zero karena sudah ada berthing windows  (sistem pengaturan terhadap mitra pelayaran untuk masuk ke pelabuhan, sehingga kegiatan bongkar muat kapal dapat lebih cepat dan lancer),” ucapnya. Dia menambahkan untuk kapal non kontainer (curah dan bag) rata-rata masa tunggu 4 hari-5 hari. Saat ini agak lebih lama karena cuaca sering hujan. Pihaknya akan memperpendek masa tunggu di terminal curah kering dengan cara memberlakukan berthing window dalam waktu dekat.

“Soal lamanya dwelling time, bukan hanya karena faktor Pelindo, juga bea cukai dan banyak faktor lainnya. Kadang-kadang  kapal datang tetapi principal belum menunjuk agen, atau kapal sudah datang tetapi dokumen belum di urus. Tetapi sejauh ini semua sudah lebih baik. Antrian kapal tunggu dermaga, hanya 1-3 hari,” ucapnya. Doso menyebutkan Pelabuhan Panjang mencatat pada 2011, volume naik 40% menjadi 2 juta ton barang, tahun ini ditargetkan tumbuh pada tingkat yang sama.Direktur Komersial PT Pelindo I Bambang Eka mengatakan soal dwelling time dipengaruhi banyak faktor, khusus di Pelabuhan Belawan dwelling time peti kemas rata-rata 7 hari, sedangkan waktu sandar hanya 1,73 hari atau kurang dari 2 hari. “Dwelling time peti kemas tergantung faktor lain, seperti bea cukai, karantina, pemilik barang, bukan hanya karena Pelindo. Kami hanya menangani pelayanan kapal dan bongkar muat,” kata Bambang.(mmh)

 

BACA JUGA :

Pelindo III tambah fasilitas terminal

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Intan Permatasari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top