Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PROYEK SEI TAYAN: WIJAYA KARYA tunggu dana cair dari Exim Bank China

JAKARTA: PT Wijaya Karya, kontraktor BUMN yang memenangkan tender proyek jembatan Sei Tayan, di Kalimantan masih optimistis pencairan pinjaman dari Exim Bank of China senilai US$93 juta dapat direalisasikan pada Mei ini.Direktur Operasi I PT Wijaya Karya
Andhina Wulandari
Andhina Wulandari - Bisnis.com 08 Mei 2012  |  16:21 WIB

JAKARTA: PT Wijaya Karya, kontraktor BUMN yang memenangkan tender proyek jembatan Sei Tayan, di Kalimantan masih optimistis pencairan pinjaman dari Exim Bank of China senilai US$93 juta dapat direalisasikan pada Mei ini.Direktur Operasi I PT Wijaya Karya Budi Harto berharap pemerintah menunggu kelanjutan pinjaman tanpa terburu-buru memutuskan kerja sama.  Pasalnya, sejak mendapatkan kontrak pada Desember lalu bersama dengan kontraktor asal China yakni China Road and Bridge Coorporation, Wika sudah menyiapkan tenaga kerja dan peralatan untuk pembangunan jembatan sepanjang 1,4 km tersebut.  “Kita masih menunggu loan. Dalam waktu dekat mudah-mudahan bisa cair. Kami sudah siap untuk kerja,” ucapnya dihubungi Bisnis, hari ini.Ketika ditanya kemungkinan putusnya kerjasama dengan China yang berarti kontrak yang sudah didapatkan tersebut dibatalkan serta proyek harus ditender ulang, Budi enggan mengomentari lebih lanjut.“Jangan berandai-andai dulu (batal kerjasama). Doain saja semua lancar,” tuturnya.Selain Sei Tayan, Wika juga memenangkan tender proyek Jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawu (Cisumdawu), Jawa Barat tahap I dengan pinjaman US$100 juta bersama-sama dengan Shanghai Corp, kontraktor asal China dan PT Waskita Karya.Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum mengatakan bahwa pihaknya akan membatalkan rencana kerjasama dengan pemerintah China untuk pinjaman tiga proyek infrastruktur bila tidak ada kepastian pencairan pinjaman dalam waktu dekat.Ketiganya yakni jembatan Sei Tayan, jalan tol Medan-Kualanamu, dan jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawu dengan nilai pinjaman US$330 juta.“Saya sekarang dalam pemikiran tidak usah dipakai saja loan itu, lebih baik pakai APBN murni saja yang dianggarkan dalam APBN 2013. Daripada menunggu pinjaman asing yang pada kenyataannya belum dapat digunakan,” ucap Djoko di Jakarta, kemarin. (faa)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top