Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PERTAMINA lepas 10% hak partisipasi blok migas di Australia

JAKARTA: PT Pertamina (Persero) melepaskan 10% hak partisipasinya (Participating Interest/PI) di blok migas di Australia karena dianggap tidak ekonomis.Direktur Hulu Pertamina Muhamad Husen mengatakan hal itu adalah strategis bisnis biasa, yang juga
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 08 Mei 2012  |  18:27 WIB

JAKARTA: PT Pertamina (Persero) melepaskan 10% hak partisipasinya (Participating Interest/PI) di blok migas di Australia karena dianggap tidak ekonomis.Direktur Hulu Pertamina Muhamad Husen mengatakan hal itu adalah strategis bisnis biasa, yang juga dilakukan oleh kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) migas lainnya.“Kami sedang dalam proses untuk mendivestasikannya, dijual lagi karena masalah komersial. Buat Pertamina harusnya ini sudah biasa, ada yang dibeli dan ada yang dijual kembali, itu strategis bisnis,” ujarnya ketika ditemui di kantor BP Migas, hari ini.Produksi minyak di blok yang berada di Australia itu sangat kecil, yakni hanya sekitar 100 barel per hari. Pertamina menilai operasional di sana sangat mahal karena lokasinya yang lepas pantai (offshore). Meski demikian, Pertamina tidak kapok dan masih tetap mengkaji untuk melihat blok-blok lainnya di Australia.Selain di Australia, Pertamina serius mengkaji akuisisi lapangan minyak yang sudah berproduksi di luar negeri, mulai dari Amerika Latin, Afrika Barat, Timur Tengah dan juga wilayah Asia. Hal itu untuk menambah produksi minyak Pertamina.“Kami juga fokus di Asia. Kami lihat kalau ada di Thailand, Vietnam, Timor. Di dalam negeri kan butuh minyak, prioritas kami adalah lapangan yang sudah berproduksi,” ujarnya.Secara total, Pertamina melalui PHE mengelola total 8 blok migas di 7 negara, yakni di Libya, Sudan, Irak, Qatar, Malaysia, Vietnam, dan Australia. Dua blok yang berada di Malaysia dan Australia saat ini sudah berproduksi. Di luar itu, semuanya masih tahap eksplorasi yang untuk sementara ini ditinggalkan (abandon) karena faktor keamanan.Sementara itu di sisi lain, Pertamina baru saja mendapatkan pendanaan segar dari global bond sebesar US$2,5 miliar, yang sebagian besar akan digunakan untuk mengembangkan sektor hulu termasuk merger dan akuisisi lapangan migas.  “Dana global bond salah satunya untuk membiayai upaya-upaya kami untuk akuisisi, baik di dalam negeri mau pun di luar negeri untuk memperbesar produksi Pertamina,” ujar Husen.Selain itu, dana tersebut juga akan digunakan untuk membiayai proyek-proyek besar Pertamina mulai dari pengembangan Blok West Madura Offshore (WMO), Blok Cepu, hingga Donggi Senoro.  “Belum lagi proyek-proyek yang kecil, seperti ONWJ, Simenggaris, banyak,” ujar Husen. (faa)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top