Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

INDUSTRI SAWIT: Citra Borneo Indah, 'kawinkan' sapi dan sawit

 
Adi Ginanjar Maulana
Adi Ginanjar Maulana - Bisnis.com 07 Mei 2012  |  21:30 WIB

 

 

 

PANGKALAN BUN: Jarum jam Jumat lalu menunjukkan pukul 13.00 WIB. Sejumlah lelaki, yang turun dari mobil Strada hitam yang di bagian body-nya tertulis Karya Nyata Untuk Negeri, membawa layar power point. Layar itu diletakkan di ruang VIP rumah makan Meranti di kota Pangkalan Bun, Waringan Barat, Kalimantan Tengah.

 

Semula layar itu akan ditaruh di ruang tengah rumah makan itu. Bahkan ruang itu sudah di-setting selayaknya akan digelar seminar. “Terlalu formal. Biar ngobrol enak, kita pindahin ke dalam,” kata satu wanita yang menyiapkan acara itu.

 

Usai sholat Jumat, hidangan yang sudah tersaji di meja makan, mulai disantap sekitar 15 orang. “Hai. Kawan-kawan, ini Pak Bambang [Soerjanto]. Beliau Direktur Keuangan Citra Borneo Indah,” ujar wanita tadi. Kami saling bersalaman. Dia duduk dan menikmati hidangan yang terdiri dari ikan lais [ikan sungai dan khas Kalimantan].

 

Tak lama kemudian, seorang lelaki muda mengenakan kemeja batik masuk. “Hai, Pak Rimbun,” wanita tadi itu menyapa lelaki yang baru masuk itu. Dia memilih meja dekat layar power point. “Kawan-kawan, ini Pak Rimbun Situmorang. Beliau Presiden Direktur Citra Borneo Indah,” kata wanita itu.

 

Sebelum makan, lalu satu persatu, kami diperkenalkan. “Ini pertama kali ke Pangkalan Bun?” kata Rimbun. Hampir 85% menjawab, iya.

 

Di kota inilah, CBI berdiri sejak 1999. CBI merupakan perusahaan perkebunan kelapa sawit. “Kami masih kecil dibandingkan dengan pemain besar seperti Wilmar, Sinarmas. Tapi -–seusai salah satu tagline mereka it is just the beginning not the end-- kami ingin menjadi the best wolrd class plantaion company,” ujar Rimbun.

Tapi, kini diakui masih kecil. “Iya. Tapi kecilah. Cuma 177.000 ton [2011],” ujar Bambang menimpali.

 

Namun, direksi CBI memiliki komitmen yang kuat untuk menjadi yang terbaik. Bahkan diimplemntasikan dalam tindak nyata. Hal-hal yang mendukung ke arah target mereka, dipersiapkan lalu diimplementasikan.

 

Selain akan menambah dua pabrik kelapa sawit (PKS) dengan investasi total Rp200 miliar [per PSK Rp100 miliar] menambah yang sudah ada PKS Sulung dengan kapasitas produksi 90 ton per jam, PKS Natal 45 ton per hour (tph), PKS Suayap 45 tph, dan KCP Suayap, dengan kapasitas produksi 150 tph.

 

Kini, mereka mempersiapkan diri untuk mensinergikan operasional perkebunan kelapa sawit dengan peternakan sapi. Dari luas area lahan kelapa sawit yang dimiliki [90.094 hektare], 30 hektare disisihkan untuk area peternakan sapi. “Sekarang sudah ada sekitar 570 ekor sapi,” ungkap Vallauthan Subraminam, Regional Head 1 PT Citra Borneo Indah.

 

Menurut Vallauthan, integrasi bisnis perkebunan dan peternakan merupakan strategi yang diambil oleh karena adanya peluang bisnis yang cukup besar. Di antaranya untuk wilayah Kalteng, sementara ini masih membutuhkan pasokan sapi dari wilayah Jawa hingga 3.000 ekor per tahun.

 

“Kami mengambil sapi hamil dari Australia. Buy one get three. Selain itu kita coba kawinkan bibit dari luar dengan sapi di dalam negeri (Bali). Kami mencoba menciptakan produk campuran selama 4-5 tahun hingga akhirnya membentuk brand sendiri, CBI brand. Harapannya nanti kita bisa menjadi suplayer daging sapi untuk wilayah Kalimantan,” jelas Sunggu Situmorang, Head Off Representatif CBI Jakarta.

 

“Sebagian dari pakan ternak sapi itu diambil dari limbah pabrik kelapa sawit seperti cangkang dan serat fibernya. Itu nanti dicampur dengan beberapa materi pendukung pakan ternak. Ini juga menciptakan efisiensi yang signifikan, karena bisa dikatakan sebagai pakan ternak termurah di dunia,” jelas dia.

 

Ke depan CBI akan meningkatkan jumlah ternak sapi hingga 1.200 ekor. “Kami akan terus memantau, dan tidak menutup kemungkinan untuk terus berkembang ke angka yang lebih besar,” papar Sunggu.

 

Sementara itu, pada Juni 2012, mereka akan mempunyai pusat riset (laboratorium) dan pusat pelatihan sendiri yang berlokasi di dalam area perkebunan. Selama ini, semua aktivitas riset perseroan dipercayakan kepada outsourcing. Adapun saat ini proses pembangunan sudah memasuki tahap finalisasi.

 

“Kami bangun pusat riset dan pelatihan di area seluas 54 hektare di dalam kompleks perkebunan.  Juni diharapkan sudah bisa beroperasi,” tukas Vallauthan. Investasi untuk pembangunan pusat riset dan pelatihan tersebut mendekati Rp6 miliar. “Investasi gedung Rp4,2 miliar. Equipment sekitar Rp1,5 miliar,” katanya.

 

Dia menjelaskan pusat riset tersebut nanti akan dimanfaatkan untuk proses analisa daun, tanah, kualitas minyak, dan juga limbah. “Selama ini riset kita outsource,” katanya.

 

Di lokasi yang sama, perseroan itu juga akan mendirikan pusat pelatihan untuk petani plasma. Menurut Vallauthan, para petani plasma juga diarahkan untuk menjadi petani profesional.

 

“Buat mereka, kami lakukan full training hingga menjadi profesional. Dalam arti memahami cara olah kebun, mengetahui jenis pupuk, sehingga bisa mendongkrak hasil kebun mereka yang masih rendah. Singkat kata, meningkatkan hasil dan kualitas plasma,” tukas Vallauthan.

 

Dia menambahkan perseroan memilki rencana untuk menyamakan kualitas plasma dengan inti. Ini terkait dengan upaya mengejar sertifikasi RSPO, yang diharapkan tidak lama lagi sudah bisa diperoleh CBI dalam waktu dekat. “Mungkin akhir tahun sudah bisa peroleh RSPO, karena kita sudah dapat ISO,” jelas dia.

 

Vallauthan mengungkapkan saat ini CBI mempunyai sekitar 17 hektare lahan plasma. Namun yang beroperasi masih sekitar 500 hektare plasma. Adapun satu petani rata-rata memiliki satu kavling lahan plasma yang luasnya minimal 2 hektare.

 

Efisiensi lain dari perseroan adalah penggunaan power plan (listrik) sendiri. Vallauthan mengatakan saati ini maksimal power plan yang digunakan pabrk CBI adalah 2 mega. Adapun listrik yang dihasilan adalah dari tenaga uap hasil pembakaran serta fiber yang dipisahkan dari cangkang kelapa sawit.

 

“Cangkang ada value untuk dijual. Serat fiber yang dibakar jadi uap (energi). Hanya 6% cangkang yang dipakai dari total pengolahan TBS,"ujar Vallauthan.

 

"Kalau nanti kami memiliki kelebihan daya akan dijual ke pihak PLN karena daerah sekitar belum dipasok listrik dari PLN."

 

CBI pun kini menyiapkan lahan dengan luas sekitar 3.000 ha. Lahan di Kabupaten Katingan, Kalteng itu akan digunakan sebagai tempat pelepasliaran orangutan.

CBI sedang mengurus izin penggunaan lahan tersebut. "Kami mengurusnya melalui Pemkab Katingan. Kalau sudah selesai, lahan akan dikelola lembaga pelestarian orangutan," kata President Director CBI, Rimbun Situmorang.

 

Citra Borneo Indah bekerja sama dengan Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) melalui Program Reintroduksi Orangutan Kalteng di Nyaru Menteng (PROKT-NM). Sebelum dilepasliarkan, orangutan dilatih untuk terbiasa hidup di alam bebas. Pengkondisian tersebut dilakukan di tempat milik PROKT-NM di Palangkaraya. Menurut Rimbun, Citra Borneo Indah telah mendukung pelepasliaran orangutan yang dilakukan PRKOT-NM.

 

"Biaya pelepasliaran orangutan cukup besar. Orangutan harus diangkut dengan pesawat dua kali. Kami mendukung secara finansial," tutur Rimbun.

 

Perusahaan ini menguasai lahan seluas 90.094 hektare di Kalimantan. Saat ini CBI didukung oleh tujuh anak perusahaan. Tujuh anak perusahaan tersebut PT Sawit Sumbermas Sarana, PT Kalimantan Sawit Abadi, PT Mitra mendawai Sejati, PT Sawit Multi Utama, PT Tanjung Sawit Abadi, PT Sawit Mandiri Lesatari, dan PT Ahmad Saleh Perkasa.(msb)

 

 

+++  JANGAN LEWATKAN ARTIKEL BERIKUT:

> Australia Downgrades Travel Warning to Indonesia

> BIGGEST LOSS for Palm Oil!

> PREMIERE LEAGUE: Broadcast Rights on SALE


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Martin Sihombing

Editor : Novita Sari Simamora

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top