PROYEK MRT besok belum mulai dikerjakan

 
Andhina Wulandari
Andhina Wulandari - Bisnis.com 25 April 2012  |  21:10 WIB

 

JAKARTA: PT Mass Rapid Transit (MRT) segera melakukan pencanangan pekerjaan persiapan pembangunan proyek Mass Rapid Transit (MRT) tahap pertama dari Lebak Bulus hingga Bundaran HI mulai besok, Kamis 6 April.
 
Director of Enginnering and Project MRT Jakarta Rachmadi mengatakan pekerjaan persiapan tersebut bukan groundbreaking proyek MRT karena hanya merupakan persiapan pendukung proyek guna meminimalisir kemacetan saat pembangunan.
 
Sebagai tahap awal pencanangan yang rencananya akan dilaksanakan pada 26 April besok, salah satunya ialah persemian kantor proyek MRT di Lebak Bulus.
 
Sementara untuk pelebaran jalan yang akan dilalui jalur MRT serta pemindahan jaringan utilitas rencananya baru akan dimulai pada Mei sambil menunggu proses pembebasan lahan di sisi jalan Fatmawati.  
 
Menurutnya proses persiapan pekerjaan pendukung tersebut penting dilakukan untuk melancarkan pelaksanaan MRT itu sendiri. Pasalnya pada saat akan berlangsungnya proses pembangun proyek yang berupa jalan layang di Fatmawati, sebagian ruas jalan akan ditutup sehingga perlu adanya pelebaran jalan guna meminimalisir kemacetan.
 
“Bukan groundbreaking tapi pencanangan pekerjaan persiapan. Ini penting karena akan memuluskan pekerjaan utama (pembangunan proyek MRT),” ujarnya kepada Bisnis hari ini.
 
Pembiayaan untuk pelebaran jalan menurutnya berasal dari dana APBD DKI Jakarta berada di luar anggaran proyek MRT. Namun sayangnya, Rachmadi tidak menyebutkan nilai pendanaan tersebut.
 
Dia berharap seluruh proses persiapan segera terselesaikan pada Oktober sehingga dapat memperlancar pembangunan jalur kereta MRT yang membentang sepanjang jalur Lebak Bulus hingga Bundaran Hotel Indonesia.
 
“Yang jelas Oktober persiapan harus selesai agar bisa percepat pelaksanaan proyek,” ucapnya.
 
Saat ini pihak MRT masih melaksanakan proses tender konstruksi, setelah ditetapkannya 10 konsorsium yang dilulus tahap prakualifikasi dan telah disetujui oleh Japan International Cooperation Agency (JICA).
 
Setidaknya, pada Mei atau Juni para peserta mulai memasukan penawaran untuk kemudian dianalisa baik secara teknis dan financial. Ditargetkan Oktober mendatang telah didapatkan pemenang denganditandatanganinya kontrak pelaksanaan proyek.
 
Sementara proses konstruksi baru akan dilaksanakan pada awal tahun depan, sambil menunggu terselesaikannya seluruh pekerjaan pendukung. Masa pengerjaan fisik diperkirakan sekitar 3,5 tahun sehingga diharapkan pertengahan 2016 pembangunan fisik dapat diselesaikan.
 
"Oktober tanda tangan kontrak, dan dia (konsorsium pemenang) bisa langsung kerja. Fisiknya [konstruksi] bisa dimulai awal tahun [depan], pertengahan 2016 selesai," ujarnya.
 
Setelah proses konstruksi diselesaikan, maka akan dilanjutkan dengan uji coba kereta sekitar tiga bulan."Setelah jadi, akan dicoba tiga bulan bolak balik untuk mengetes rem dan kecepatan kereta. Bila dinilai layak, 2016 akhir bisa dioperasikan," tuturnya.
 
Sementara itu, Corporate Communication Manager PT MRT Jakarta Manpalagupta Sitorus mengatakan secara total kebutuhan konstruksi MRT mencapai Rp17 triliun.
 
Kebutuhan itu, untuk pembangunan rel sepanjang 15,7 kilometer, dan 13 stasiun pemberhentian. Rinciannya, tujuh stasiun layang, dan enam bawah tanah.
 
"Dana itu untuk total kebutuhan proyek, termasuk untuk pengadaan unit kereta juga. Sementara itu untuk biaya konstruksi nilainya diusulkan oleh kontraktor penggarap. Pihak kami hanya mendisclosed besaran pinjaman saja," ujarnya. (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top