LOGISTIK PAPUA: Pemerintah kerahkan pesawat militer

 
Aprilian Hermawan
Aprilian Hermawan - Bisnis.com 19 April 2012  |  22:00 WIB

 

JAKARTA: Pemerintah akan menyiapkan pesawat militer dan kepolisian untuk angkutan logistik di Papua, karena operator Susi Air dan Trigana Air belum mau beroperasi di Bandara Mulia, Puncak Jaya, Papua pascainsiden penembakan pesawat.
 
Kepala Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B) Bambang Darmono mengatakan hingga kini kedua operator penerbangan komersial Trigana Air dan Susi Air belum mau beroperasi di Puncak Jaya karena merasa keamananya belum terjamin.
 
“Jika dalam waktu dekat mereka belum beroperasi, kami akan mengerahkan pesawat militer atau pesawat polisi untuk mengganti penerbangan Susi Air dan trigana Air di Bandara Mulia,” ujarnya seusai melaporkan kinerja UP4B kepada Wapres Boediono  hari ini.
 
Pesawat perintis jenis twin otter milik PT Trigana Air ditembak orang tak dikenal pada 8 April 2012 di Bandara Mulia, Puncak jaya Papua. Satu orang tewas dan empat orang lainnya luka akibat insiden itu. 
 
Bambang Darmono mengatakan kepolisian setempat sudah menyerahkan surat jaminan keamanan kepada kedua operator penerbangan di Papua itu, namun mereka tetap tidak percaya.
 
Kepolisian juga akan meningkatkan pengamanan bandara untuk menjamin keselamatan penerbangan. UP4B juga akan mengirim surat kepada manajemen Trigana Air dan Susi Air agar kembali beroperasi, namun jika tetap menolak, pemerintah baru akan menggunakan pesawat militer.
 
Menurut Bambang, akibat tidak beroperasinya penerbangan di Bandara Mulia, distribusi barang dan logistik terganggu dari dan ke Kabupaten Puncak Jaya tenganggu. Di Papua, pengiriman barang dan komoditas bahan pokok mayoritas dilakukan menggunakan pesawat.
 
“Agar tidak terganggu terlalu lama, kami akan mengerahkan pesawat militer untuk mengirimkan barang-barang di Puncak Jaya,” ujarnya. (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top