STOK SAPI: Distributor mengeluh, Mentan siap evaluasi

BANDUNG: Kementerian Pertanian menyatakan akan mengevaluasi stok sapi impor dan sapi lokal selama 3 bulan ini untuk memastikan stabilitas komoditas itu.Menteri Pertanian Suswono mengatakan evaluasi akan dilakukan pada bulan ini menyusul adanya keluhan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 12 April 2012  |  14:40 WIB

BANDUNG: Kementerian Pertanian menyatakan akan mengevaluasi stok sapi impor dan sapi lokal selama 3 bulan ini untuk memastikan stabilitas komoditas itu.Menteri Pertanian Suswono mengatakan evaluasi akan dilakukan pada bulan ini menyusul adanya keluhan dari distributor daging sapi terkait kelangkaan pasokan daging yang terjadi sejak dua bulan terakhir ini.“April ini akan evaluasi a.l realisasi impor sapi berapa, produksi dalam negeri berapa, kendala-kendala apa yang terjadi, dan juga penjagaan sapi betina produktif,” katanya usai menghadiri Munas ke VIII Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) di Bandung, hari ini.Dia mengatakan seharusnya tidak terjadi kelangkaan pada kondisi sekarang di mana harga daging tidak meleji. “Kalau memang daging langka harga akan melejit, fakta di lapangan harga relatif stabil,” ujarnya.Suswono menegaskan impor hanya dilakukan untuk menutup kekurangan produksi. Jika memang pasokan daging dari dalam negeri memadai, pihaknya akan memprioritaskan sapi lokal.Saat ini, katanya, pasokan daging sapi lokal cenderung meningkat dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.Namun demikian eveluasi akan tetap dilakukan untuk melihat daerah mana saja yang siap memenuhi kebutuhan itu.Suswono melanjutkan Kementan juga belum bisa memastikan apakah ada tambahan impor atau tidak."Hasil evaluasi nanti bisa menjadi usulan dalam rapat Kementerian Koordinator Perekonomian soal kuota impor."Dia mengatakan untuk semester I/2012 izin impor daging sapi dikeluarkan sebanyak 20.000 ton. Menurutnya, kuota tersebut relatif masih bisa mencukupi karena ditambah dari sapi bakalan.Sementara kuota daging sapi pada 2012 mencapai 34.000 ton daging beku. Sedangkan untuk sapi bakalannya sendiri sebanyak 283.000 ekor.“Kami memprioritaskan sapi bakalan karena butuh waktu dua bulan, artinya produksi sapi bakalan ini menciptakan lapangan kerja juga,” katanya.Sebelumnya, Asosiasi Distributor Daging Indonesia (ADDI) menyatakan imbas dari kelangkaan daging adalah terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 15.000 karyawan. (faa)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Dinda Wulandari

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top