INDUSTRI BAN: Marshal jajaki pasar Indonesia

 
Heri Faisal | 12 April 2012 20:59 WIB

 

JAKARTA: Kumho Tires Co Ltd, prinsipal ban merek Marshal asal Korea Selatan, mulai menjajaki pasar ban di Indonesia pada tahun ini seiring dengan terus bertumbuhnya pasar kendaraan penumpang dan niaga sejak 4 tahun lalu.
 
Se Chang Park, Senior Executive Vice President of Sales Kumho Tires, mengatakan Marshal mulai berekspansi ke kawasan Asean yang memiliki tren pertumbuhan otomotif sangat positif di tengah krisis ekonomi dunia.
 
“Sebelumnya, kami besar dan populer di Eropa, Timur Tengah, dan Australia. Di antara negara-negara di Asean, Indonesia merupakan pasar ban yang paling besar dan terus berkembang. Ini salah satu alasan mengapa kami masuk,” katanya hari ini.
 
John M. Arsyad, General Manager Penjualan dan Pemasaran PT Marshal Tire Indonesia, mengatakan pada tahun ini Marshal berencana memasarkan sekitar 150.000 – 200.000 buah ban. 
 
“Untuk tahap awal, kami akan penuhi pasar domestik dengan impor dari Vietnam dan China. Seluruh produk kami telah memenuhi SNI wajib ban. Pada Juli 2012, pencantuman SNI wajib diubah dari stiker menjadi embos [logo permanen],” katanya.
 
Produk ban yang akan dipasarkan, lanjutnya, akan menyasar ke segmen mobil penumpang baik SUV, MPV, maupun sedan serta segmen komersial untuk truk, minibus, alat berat, perkebunan dan pertambangan.
 
Untuk tahap awal, jelasnya, Marshal akan memperkuat segmen ban kendaraan penumpang terutama jenis MPV (multipurpose vehicle) yang mendominasi penjualan mobil. “Pasar pada segmen ini paling besar. Kami menawarkan harga mulai Rp500.000 sampai Rp3,5 juta per unit,” ujarnya.
 
Saat ini, ungkapnya, Marshal berencana menjalin kerja sama dengan beberapa pabrikan otomotif sebagai pemasok resmi (original equipment manufacturers/OEM) seperti PT Hyundai Mobil Indonesia untuk beberapa model ban. 
 
“Selain itu, kami telah mempersiapkan sedikitnya 10 jaringan exclusive agent untuk menunjang distribusi yang sebagian besar terkonsentrasi di Jawa,” jelasnya.
 
Menurut Park, dengan target pasar yang masih sangat kecil jika dibandingkan dengan pasar ban domestik sekitar 10 juta unit per tahun, Marshal dalam beberapa tahun mendatang belum berniat membangun pabrik ban di Indonesia. 
 
“Rencana mendirikan pabrik memang ada tapi tidak dalam waktu dekat ini. Namun, apabila pasar kami terus bertumbuh, peluang untuk membangun industri secara terintegrasi akan serius kami jajaki. Kami akan kucurkan modal besar untuk itu. Jangan khawatir,” tuturnya.
 
Pada tahun lalu, Asosiasi Produsen Ban Indonesia (Apbi) menyatakan total produksi ban dari Indonesia mencapai 51,2 juta unit. Sebanyak 80% di antaranya dialokasikan ke pasar ekspor. (sut)

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top