Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BI akan barter dolar dengan SUN?

JAKARTA: Bank Indonesia mengindikasikan semakin terbukanya peluang untuk melelang valuta asing yang dapat dibeli dengan surat utang negara sejalan dengan banyaknya jumlah jatuh tempo sertifikat Bank Indonesia.Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution
M. Munir Haikal
M. Munir Haikal - Bisnis.com 30 November 2011  |  19:28 WIB

JAKARTA: Bank Indonesia mengindikasikan semakin terbukanya peluang untuk melelang valuta asing yang dapat dibeli dengan surat utang negara sejalan dengan banyaknya jumlah jatuh tempo sertifikat Bank Indonesia.Gubernur Bank Indonesia (BI) Darmin Nasution mengungkapkan saat ini bank sentral sedang meninjau keadaan di pasar guna memperkuat langkah intervensi."Pasar masih volatile. Sebenarnya secara umum di negara emerging terjadi nuansa yang sama, tetapi di Indonesia sedikit khusus karena jatuh tempo dari SBI 9 bulan agak banyak bulan-bulan ini sehingga pengaruh sedikit lebih besar dibandingkan negara lain," ungkapnya, hari ini.Meski demikian Darmin tidak menyebutkan jumlah SBI yang akan jatuh tempo. Dia hanya mengungkapkan berkaitan dengan banyaknya jumlah SBI yang jatuh tempo saat ini bank sentral masih mengkaji apakah kebijakan yang dijalankan sudah cukup atau harus diperkuat dengan menambah langkah intervensi.Dia mengungkapkan untuk saat ini langkah memperbesar intervensi melalui operational twist (membeli Valas di pasar uang lalu membeli SUN menggunakan Valas tersebut) dinilai masih mampu mengatasi gejolak pasar.Namun demikian dia menilai tidak menutup kemungkinan melakukan intervensi 1 langkah. "Kalau perlu lakukan intervensi dengan 1 kali langkah, melelang valas di mana investor boleh bayar pake SUN, 1 langkah aja," ungkapnyanya.Darmin juga mengungkapkan, pelemahan Rupiah merupakan insentif untuk ekspor. Menurutnya pengaruh perlambatan pertumbuhan perekonomian akibat pengaruh Eropa biasa dikompensasi dengan perbaikan daya saing akibat pelemahan nilai tukar.Adapun di lain pihak, pelemahan dapat merangsang impor yang dapat membawa imported inflation. Oleh sebab itu, bank sentral harus mengkalibrasi agar keseimbangan terjaga baik dan tidak hanya berat ke satu pihak."Kami akan tetap jaga dan tidak akan membiarkan kurs melemah," tegasnya. (Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top