Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wiratman: Bencana dimulai dari kabel penggantung

JAKARTA: Pakar dan praktisi konstruksi Indonesia Wiratman Wangsadinata memprediksi kemungkinan terbesar penyebab ambruknya jembatan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur diawali dari putusnya kabel penggantung jembatan.Pasalnya, sambung Wiratman, bila
Andhina Wulandari
Andhina Wulandari - Bisnis.com 27 November 2011  |  14:20 WIB

JAKARTA: Pakar dan praktisi konstruksi Indonesia Wiratman Wangsadinata memprediksi kemungkinan terbesar penyebab ambruknya jembatan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur diawali dari putusnya kabel penggantung jembatan.Pasalnya, sambung Wiratman, bila terdapat satu saja kabel penggantung yang putus, otomatis akan memberi efek domino yang menyebabkan kabel yang ada di sebelahnya putus secara beruntun.“Dari gambar, kabel utamanya masih ada. Jadi paling besar kemungkinan diawali kabel penggantung yang putus lalu rontok semua sehingga ambruk seluruhnya,” ujar Wiratman saat dihubungi Bisnis, Minggu (27 Nov.)Oleh karena itulah, sambungnya, harus ada audit yang menyeluruh terhadap konstruksi bangunan jembatan baik dari desain ukuran kabel, pondasi pilon, kerangka bangunan. Termasuk pula perhitungan operasional dan pengaturan terhadap beban kendaraan yang melalui jembatan yang dianggap melebihi kapasitas.Pendiri dan Direktur Utama PT Wiratman & Associates ini juga melihat satu kekurangan dari jembatan Mahakam yang jembatannya tidak dilindungi pilon. Padahal jembatan berdiri di tengah arus sehingga ketika ada kapal yang lewat kemungkinan besar akan menabrak langsung pondasi karena tidak dihalangi oleh pilon.“Ini harus menjadi pelajaran untuk pembangunan jembatan-jembatan lainnya. Saya lihat jembatan ini tidak dilindungi pilonnya, bahkan pondasi bergeser 15 cm, ini bisa fatal kalau fondasi gagal,” ucapnya.Untuk mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terjadi pada pembangunan jembatan lainnya, menurutnya perlu adanya jembatan timbangan ketika ada kendaraan yang akan melalui untuk menghindari kelebihan beban.“Sudah harus diantisipasi beban yang akan lewat, harus ada timbangan,” ujar desaigner Jembatan Selat Sunda ini. (faa)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top