Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Impor terpal sintetis dikenakan BMTP

JAKARTA: Pemerintah selama tiga tahun ke depan mengenakan bea masuk tindakan pengamanan (BMTP) terhadap impor terpal serat sintetik, selain awning dan kerai matahari, sebesar Rp13.643/kg untuk tahun pertama.Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan
- Bisnis.com 27 November 2011  |  16:50 WIB

JAKARTA: Pemerintah selama tiga tahun ke depan mengenakan bea masuk tindakan pengamanan (BMTP) terhadap impor terpal serat sintetik, selain awning dan kerai matahari, sebesar Rp13.643/kg untuk tahun pertama.Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan No.176/PMK.011/2011 tentang Pengenaan Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP) Terhadap Impor Produk Berupa Terpal Dari Serat Sintetik Selain Awning dan Kerai Matahari, yang terbit dan efektif berlaku per 17 November.Menkeu Agus D. W. MArtowardojo dalam beleid tersebut menjelaskan Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) menemukan bukti lonjakan jumlah impor produk terpal sintetis, selain awning dan kerai matahari, yang menyebabkan kerugian serius terhadap industri dalam negeri.Berdasarkan penyelidikan KPPI tersebut, Menteri Perdagangan melalui Surat No.1069/M-DAG/SD/7/2011 tertanggal 15 Juli mengusulkan agar Menkeu mengenakan BMTP terhadap impor produk terpal tersebut."Terhadap impor produk berupa terpal dari serat sintetik selain awning dan kerai matahari, yang termasuk dalam pos tarif ex.6306.12.00.00, dikenakan bea masuk tindakan pengamanan," tulis Menkeu dalam beleid yang Bisnis peroleh, hari ini.Menkeu menjelaskan kebijakan itu berlaku selama tiga tahun sejak PMK No.176/PMK.011/2011 diterbitkan. Untuk tahun pertama, tarif BMTP yang dikenakan sebesar Rp13.643/kg. Lalu pada tahun kedua dan ketiga, tarif dikenakan lebih rendah masing-masing menjadi Rp12.643/kg dan Rp11.643/kg.Aturan tersebut berlaku atas semua kegiatan importasi terpal sintetis dari semua negara, kecuali dari 109 negara yang sudah dinyatakan aman.Dari daftar 109 negara yang dikecualikan tersebut, Amerika Seriakt dan Republik Rakyat China tidak termasuk di dalamnya.BMTP tersebut merupakan tambahan bea masuk umum (most favored nation) atau tambahan bea masuk preferensi berdasarkan perjanjian perdagangan barang internasional yang berlaku. (tw) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top