Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jalan Raya Asean disiapkan di Kalimantan

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 25 November 2011  |  16:59 WIB

 

BALIKPAPAN: Kementerian Pekerjaan Umum sedang merealisasikan pembangunan Jalan Raya Asean guna menghubungkan daerah yang terisolasi dengan daerah lain yang ada di sekitarnya.
 
Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak mengatakan pembangunan tersebut merupakan kesepakatan yang dilakukan oleh Indonesia dan negara lain yang tergabung di Asean. 
 
"Khususnya kawasan yang termasuk dalam BIMP-EAGA [Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Philipine–East Asean Growth Area], yang memiliki wilayah di Pulau Kalimantan," ujarnya seusai memberi sambutan dalam acara Munas Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) hari ini.
 
Hermanto mengatakan jalan tersebut akan dimulai dari Balikpapan menuju Simanggaris dan menuju ke Brunei Darussalam. Kemudian, terus menuju ke Sabah, Serawak, Kuching, Pontianak, Palangkaraya dan kembali ke Balikpapan. 
 
Hermanto mengatakan proyek ini akan menghabiskan biaya yang besar karena jalan yang dihubungkan akan melintasi beberapa negara.
 
Khusus Indonesia, ungkap Hermanto, panjang jalan penghubung tersebut mencapai 3.000 kilometer baik jalan baru maupun jalan yang hanya tinggal ditingkatkan kualitasnya saja. 
 
Dia mengatakan 90% dari jalan tersebut telah tersedia dan hanya akan dilakukan peningkatan kualitas seperti kualitas pengerasan jalan dan lebar jalan.
 
Hermanto menolak menyebutkan angka pasti nilai investasi yang dikeluarkan oleh Indonesia untuk membiayai proyek jalan penghubung tersebut. 
 
Hanya saja dia memberikan perkiraan pembiayaan apabila hanya peningkatan kualitas jalan dana yang dikeluarkan hanya untuk peningkatan kualitas. 
 
"Sekitar Rp4 miliar. Untuk jalan baru bisa mencapai Rp8 miliar hingga Rp10 miliar tergantung pada kualitas tanah yang ada," ujarnya.
 
 
Dia mengatakan pembangunan tersebut bertujuan untuk membangun Kalimantan secara keseluruhan dan merata. Harapannya pemerintah daerah bisa turut serta membantu pembangunan jalan tersebut melalui penyediaan lahan. Hermanto mengatakan paling tidak pada 2015 mendatang jalan penghubung tersebut sudah bisa difungsikan dengan baik. 
 
Libatkan swasta
 
Wakil Gubernur Kalimantan Timur Farid Wadjdy mengatakan pembangunan jalan tersebut akan membantu terhubungnya komunikasi yang baik antar daerah yang ada di Kaltim dan antar provinsi Kalimantan. 
 
"Bahkan dengan negara tetangga yang ada di Pulau Kalimantan," tuturnya.
 
Dia menegaskan pembangunan tersebut akan meningkatkan kualitas kerja sama bagi daerah yang dilalui oleh jalan tersebut. Farid yakin hal tersebut akan membantu pertumbuhan ekonomi karena permasalahan yang menjadi kendala utama adalah kualitas infrastruktur.
 
Mengenai masalah pendanaan, pihaknya bisa mengandalkan kerja sama dengan pihak swasta. 
 
Farid menambahkan dukungan pihak swasta merupakan hal mutlak yang diperlukan dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). 
 
Dia mengatakan perkembangan pembangunan sudah bisa dilihat dari pembangunan jalan antara Kaltim dan Kalsel, Jembatan Pulau Balang, dan Jalan Tol. 
 
Dia mengatakan ada sumber pendanaan dari luar negeri sebesar Rp1,2 triliun guna merealisasikan proyek tersebut. Hanya saja dia mengakui tidak mengetahui rincian sumber dana tersebut karena proyek tersebut merupakan peralihan dari pemerintah pusat.
 
Mengenai penolakan pembangunan jalan dengan alasan lingkungan, Farid mengatakan hal tersebut merupakan dinamika dalam sebuah kebijakan. Namun, dia mengatakan tentu akan ada solusi yang bisa membantu menyelesaikan kendala tersebut. (sut)
 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Rachmad Subiyanto

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top