Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BPPT-PLN garap teknologi energi terbarukan

 
Adhitya Noviardi
Adhitya Noviardi - Bisnis.com 25 November 2011  |  13:39 WIB

 

JAKARTA: Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dan PT PLN (Persero) meneken nota kesepahaman kerja sama mengenai pengembangan teknologi pemanfaatan energi baru dan terbarukan. 
 
MoU tersebut ditandatangani oleh Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)  Marzan A. Iskandar dan Direktur Utama PT PLN (Persero) Nur Pamudji, hari ini di Kantor BPPT Jakarta. 
 
“MoU ini merupakan kelanjutan dari kerjasama yang telah dibina oleh kedua lembaga tersebut sejak 2009, dalam hal pengkajian dan penerapan teknologi pemanfaatan sumber energi baru dan terbarukan, dan teknologi dalam bidang ketenagalistrikan,” kata Marzan A. Iskandar, Kepala BPPT, hari ini usai penandatanganan. 
 
Adanya MoU ini, kata Dirut PT PLN (Persero) Nur Pamudji, diharapkan dapat memberikan pedoman bagi PLN dan BPPT untuk saling memberikan manfaat dalam bidang ketenagalistrikan, dengan meningkatkan dan mengembangkan teknologi pemanfaatan sumber energi primer yang mengutamakan sumber energi baru dan energi terbarukan, untuk kepentingan ketenagalistrikan nasional. 
 
“Kerja sama ini juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan riset antara lembaga penelitian dan pengembangan dan industri,” kata Nur. 
 
Menurut Nur, pihaknya saat ini tengah dikembangkan suatu kajian bersama dengan beberapa perguruan tinggi seperti ITB Bandung dan ITS Surabaya, khususnya kajian teknologi reverse engineering, yang bertujuan meningkatkan aviability dan reliability unit pembangkit.  
 
Bagi PLN, ujarnya, manfaat yang didapat dalam pengembangan program bersama reverse engineering ini a.l. untuk mendapatkan material yang berkualitas dengan harga yang kompetitif, sekaligus peningkatan efisiensi. 
 
Sedangkan bagi BPPT sebagai salah satu lembaga penelitian yang terpecaya, tambah Marzan, akan mendapatkan penambahan topik penelitian yang lebih luas dari PLN maupun industri nasional. Di samping itu BPPT dapat berperan sebagai leader/coach bagi industri nasional, dan dimungkinkan mendapatkan  biaya penelitian yang murah, namun bermanfaat untuk kepentingan nasional. 
 
Selain reverse engineering juga dimungkinkan adanya kerja sama yang meliputi redesign, remanufacturing, remaining life assesment, destructive test/non destructive test (DT/NDT), dan root cause failure analysis (RCFA). (arh)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top