Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kemenkop pilih 98 koperasi skala besar jadi lokomotif

JAKARTA: Kementerian Koperasi dan UKM memilih dan menetapkan 98 koperasi skala besar yang terdiri dari koperasi simpan pinjam, koperasi produsen, koperasi konsumen, koperasi jasa, dan koperasi pemasaran.Ke-98 Koperasi skala besar tersebut selanjutnya
Muhammad Sarwani
Muhammad Sarwani - Bisnis.com 24 November 2011  |  19:41 WIB

JAKARTA: Kementerian Koperasi dan UKM memilih dan menetapkan 98 koperasi skala besar yang terdiri dari koperasi simpan pinjam, koperasi produsen, koperasi konsumen, koperasi jasa, dan koperasi pemasaran.Ke-98 Koperasi skala besar tersebut selanjutnya dijadikan sebagai penghela kinerja koperasi lain di seluruh Indonesia agar semakin produktif dan berdaya saing dalam eksistensi usaha sesuai bidang bisnisnya masing-masing.Untung Tri Basuki, Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM, menjelaskan ke-98 koperasi tersebut selanjutnya diintegrasikan dengan koperasi di wilayahnya masing-masing sesuai jenis usahanya.”Ini merupakan bagian dari reformasi organisasi koperasi. Lalu koperasi itu akan difasilitasi kepada sumber produktif, terutama ke sumber pembiayaan dan teknologi,” kata Untung Tri Basuki kepada Bisnis kemarin.Fasilitasi itu diharapkan bisa mengembangkan usaha yang dijalankan koperasi. Selain itu agar bisa melakukan restrukturisasi usaha maupun melakasanakan diferensisasi. Program penataan kembali koperasi untuk memenuhi jati diri koperasi.Sesuai data ke-98 koperasi yang telah dipersiapkan menjadi koperasi skala besar, masing-masing terdiri dari 32 unit koperasi impan pinjam (KSP), 28 unit koperasi produsen, 19 unit koperasi konsumen, 10 unit koperasi jasa, dan 8 unit koperasi pemasaran.Menurut Untung, peningkatan kualitas dan kapasitas koperasi merupakan bagian dari agenda besar Kementerian Koperasi dan UKM untuk melaksanakan program revitalisasi terhadap koperasi dan gerakannya.Salah satu perubahan yang akan dilakukan terhadap gerakan koperasi ke depan, adalah mengubah mindset atau pola pikir kelompok tersebut. Di antaranya, mendidik dan memberi pemahaman agar tidak selalu bergantung kepada pemerintah. (faa)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top