Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

'Pasar domestik batu bara harus dimatangkan dulu'

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 22 November 2011  |  16:50 WIB

 

BALIKPAPAN: Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) meminta pemerintah untuk mengelola pasar dalam negeri guna menghadapi pembatasan ekspor bagi hasil tambang yang rencananya diberlakukan pada 2014.
 
Wakil Direktur Eksekutif APBI Anim Lukman mengatakan selama ini kebutuhan industri dalam negeri hanya menyerap sekitar 25% dari total produksi batubara sebesar 380 juta metrik ton. 
 
"Sisanya diekspor menuju negara pembeli seperti India, China, Jepang dan Korea,” ujarnya di sela-sela acara The 1st Mining Conference & Expo 2011, hari ini.
 
Dia mengatakan apabila tidak ada persiapan yang cukup matang dalam mengelola dan meningkatkan pasar dalam negeri diperkirakan ada sekitar 120 juta ton batu bara yang tidak bisa dilepas di pasar. Akibatnya potensi pendapatan bisa menghilang, baik oleh pengusaha maupun pemerintah melalui pajak.
 
Anim mengatakan pemerintah bisa memanfaatkan program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi (MP3EI) untuk menggenjot pemanfaatan batu bara dalam produksi dalam negeri. 
 
"Tentu akan ada industri manufaktur yang berkembang. Di situ akan diperlukan energi yang berbahan murah seperti batu bara untuk menekan biaya produksi yang bisa membantu produk kita bersaing dengan produk lain," tuturnya.
 
Selain itu, pemanfaatan batu bara melalui pembangkit listrik mulut tambang juga bisa menambah potensi pemanfaatan batu bara dalam negeri.
 
Anim yakin apabila hal ini sukses dilakukan, pelaku usaha pertambangan dalam negeri akan mengurangi volume ekspor yang ada. Bahkan pada 2020, dia memprediksi jumlah ekspor bisa berada di bawah dari penyaluran batu bara untuk kebutuhan dalam negeri. (sut)
 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Rachmad Subiyanto

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top