Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sinar Mas Land kembangkan kawasan industri hijau baru di Cikarang

JAKARTA: Sinar Mas Land mengembangkan zona II Greenland International Industrial Center (GIIC), kawasan industri hijau di kawasan Kota Deltamas Cikarang, Bekasi seluas 300 hektare menyusul terjualnya seluruh zona I GIIC seluas 450 hektare.Ishak Chandra,
Deriz Syarief
Deriz Syarief - Bisnis.com 22 November 2011  |  14:16 WIB

JAKARTA: Sinar Mas Land mengembangkan zona II Greenland International Industrial Center (GIIC), kawasan industri hijau di kawasan Kota Deltamas Cikarang, Bekasi seluas 300 hektare menyusul terjualnya seluruh zona I GIIC seluas 450 hektare.Ishak Chandra, Managing Director Corporate Strategy and Services Sinar Mas Land dalam siaran persnya hari ini mengatakan zona II GIIC sudah siap untuk diserahterimakan kepada para investor pada akhir 2012."Guna memenuhi tingginya minat investor terhadap kawasan industri hijau terutama GIIC, Sinar Mas Land sekarang sedang mengembangkan zona II GIIC seluas 300 hektare, zona I seluas 450 hektare sudah terjual habis," kata Ishak, hari ini.Menurut Ishak sebagian besar investor di GIIC adalah perusahaan otomotif asal Jepang, sedangkan beberapa investor yang sudah berkomitmen untuk menempati GIIC seperti Takata (pabrik sabuk pengaman), Astra Otoparts, Yahata dan Shiroki.Ishak menjelaskan kelebihan GIIC dibandingkan dengan kawasan industri hijau lainnya yakni GIIC menolak pemakaian batu bara sebagai salah satu sumber energi yang digunakan di pabrik.“Industri yang akan masuk dengan GIIC, selalu diseleksi dengan ketat. Salah satu seleksinya adalah material utama yang dipakai sebagai energi pabrik dan bahan baku pembuatan produk. Jangan sampai menggunakan produk yang sangat mencemari lingkungan, seperti batu bara. Kami tidak mengenal kompromi untuk Industri yang menggunakan batu bara," papar Ishak.Dia menambahkan kawasan industri juga harus dapat diakses dengan mudah dari jalan tol dan lalu lintasnya lancar."Oleh karena itu GIIC di Kota Deltamas Cikarang, Bekasi memiliki akses tol sendiri yaitu di KM 37 Tol Jakarta – Cikampek exit Cikarang Pusat," ungkapnya.Pengembang lain, PT Jababeka Tbk saat ini juga sedang mengembangkan kawasan industri Kota Jababeka, Cikarang, Bekasi seluas 1.270 hektare dalam fase 5, 6 dan 7 menyusul pertumbuhan ekonomi yang membaik serta stabilitas politik.Sekretaris Perusahaan PT Jababeka Muljandi Suganda mengatakan seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan kestabilan di bidang politik serta penegakan masalah hukum serta keamanan yang semakin baik, maka investor asing mengincar  Indonesia sebagai  tempat tujuan investasi yang menarik.“Jababeka melihat kesempatan baik ini sejak akhir 2010, dengan membuka total lahan seluas 1,270 hektare, Jababeka akan mengembangkan phase 5, 6, dan 7,” ujar Muljandi, beberapa waktu lalu.Dia mengungkapkan Jababeka fase 5 atau yang disebut juga Jababeka Science Park seluas 270 hektare hanya dalam waktu yang singkat  telah mengundang kurang lebih 25 tenant besar di antaranya adalah Yamaha, Tupperware, Dynaplast, Fuji Seimitsu, Sari Takagi Elok Perkasa, PT Rodamas, PT Alpha Integrated, PT Asahi Indonesia.  Menurut Muljandi, hingga kini sudah terjual total 97% dari total lahan yang tersedia.Sementara itu, sambungnya beberapa tenant besar pun sudah mulai bergabung di lokasi Jababeka fase 6 yang memiliki luas 800 hektare dan Jababeka fase 7 seluas 200 hektare.Hendra Lesmana, Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) Indonesia mengatakan diperkirakan kawasan industri pada 2012 akan tumbuh 5%-10%, sebagian besar masih terkonsentasi di Pulau Jawa menyusul terkendala oleh ketersediaan infrastruktur.Dia yakin pada tahun depan diperkirakan permintaan kawasan industri di Indonesia akan tinggi dengan masuknya banyak investor asing yang akan mendirikan pabriknya."Kami yakin tahun depan diperkirakan Indonesia akan kebanjiran investor yang akan masuk mendirikan pabrik baru atau ekspansi. Investor yang masuk masih didominasi oleh permintaan dari Korea dan Jepang," kata dia, beberapa waktu lalu.Hendra menjelaskan selain permintaan dari investor asing, permintaan lahan industri dari pemodal dalam negeri juga tinggi karena kebutuhan mendirikan supporting industri bagi industri besar tersebut.Dia memaparkan permintaan kawasan industri masih didominasi oleh industri yang bergerak di bidang otomotif dan elektronik. Menurutnya lokasi yang menjadi primadona permintaan kawasan industri adalah di Jawa Barat mengingat infrastruktur di daerah tersebut telah cukup lengkap. (faa)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Dara Aziliya

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top