Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jatim gelar program subsidi ongkos angkut

SURABAYA: Disperindag Jatim mencanangkan program subsidi ongkos angkut untuk sejumlah komoditas pada Desember.Kepala Disperindag Jatim Budi Setiawan mengatakan program ini merupakan langkah antisipasi menjelang Natal dan Tahun Baru."Jika kenaikan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 22 November 2011  |  12:26 WIB

SURABAYA: Disperindag Jatim mencanangkan program subsidi ongkos angkut untuk sejumlah komoditas pada Desember.Kepala Disperindag Jatim Budi Setiawan mengatakan program ini merupakan langkah antisipasi menjelang Natal dan Tahun Baru."Jika kenaikan harga mulai tidak terkendali seperti lebih dari 20%, baru kami terapkan program tersebut atau operasi pasar sebagai opsi lain," katanya hari ini.Dia menjelaskan rencananya komoditas yang mendapat subsidi ongkos angkut yang permintaannya tinggi dalam momen seperti Natal dan Tahun Baru, seperti beras dan tepung terigu. Subsidi semacam ini diterapkan Pemrov Jatim saat Ramadan dan Lebaran lalu.Budi mengimbau masyarakat Jatim tidak mengkhawatirkan ketersediaan stok pangan terutama beras, kendati panen pada November-Desember ini tidak sebesar pada Maret-April lalu."Masyarakat tidak perlu cemas kendati ada kenaikan harga 4%-5%, karena masih bisa dianggap stabil," jelasnya.Menurutnya, dengan target produksi beras mencapai 12 juta ton tahun ini, peningkatan harga yang terjadi tidak akan terlalu tinggi.Budi mengungkapkan stok beras saat ini di masyarakat sekitar 50%, di penggilingan sekitar 30%-40%, serta di tingkat distributor 10%. (24/tw) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Bunga Citra Arum N

Editor : Nadya Kurnia

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top