Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

70% Proyek infrastruktur migas dikuasai asing

JAKARTA: Ketua Asosiasi Konstruksi Indonesia Sudarto mengakui 70% proyek infrastruktur minyak dan gas di Indonesia masih dikuasi kontraktor asing.Hal tersebut terjadi karena untuk mengerjakan proyek tersebut dibutuhkan modal yang sangat besar serta teknologi
Andhina Wulandari
Andhina Wulandari - Bisnis.com 21 November 2011  |  19:34 WIB

JAKARTA: Ketua Asosiasi Konstruksi Indonesia Sudarto mengakui 70% proyek infrastruktur minyak dan gas di Indonesia masih dikuasi kontraktor asing.Hal tersebut terjadi karena untuk mengerjakan proyek tersebut dibutuhkan modal yang sangat besar serta teknologi yang digunakan terbilang canggih “Karena modal yang sangat besar dan teknologi tinggi dalam pengerjaan proyek infrastruktur tersebut,” ujar Sudarto di Gedung Kementerian PU, hari ini.Selain itu, dia juga mengeluhkan pemerintah yang selama ini seolah selalu mempercayakan proyek migas kepada kontraktor asing, padahal kontraktor nasional pun telah memiliki kemampuan yang memadai.Oleh karena itulah, AKI meminta dukungan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral termasuk BP Migas dan PLN untuk memberikan kesempatan dan kemudahan kepada anggota AKI yang didalamnya termasuk BUMN konstruksi untuk berperan aktif dalam sektor tersebut.Pasalnya, AKI bertekad untuk meningkatkan realisasi proyek konstruksi di bidang migas, energi, dan pertambangan menjadi 25% dari target realisasi proyek AKI 2012 sebesar Rp175 triliun.Namun untuk proyek infrastruktur sipil, menurutnya kontraktor lokal telah menguasi 100%, kecuali untuk proyek yang mendapatkan bantuan dari pihak asing seperti proyek jembatan Tayan yang mendapat pinjaman China, jalan tol Akses Tanjung Priok dari Jepang, dan lainnya,“Walaupun pinjamannya asing, tapi kontraktornya tetap lokal,”Kepala Badan Pembinaan Konstruksi (BPK) Kementerian Pekerjaan Umum Bambang Goeritno mengatakan negara akan tetap membatasi penggunaan tenaga luar dan lebih banyak menggunakan tenaga lokal untuk proyek yang mendapat pinjaman asing.“Kita ada cara memproteksi kepentingan negara. Kalau mau mendatangkan tenaga kerja ya level maneger ke atas, dan mereka berusaha begitu,” ucapnya.Apalagi tenaga kerja lokal saat ini telah memiliki keterampilan memadai yang tidak kalah dari asing. Sementara tenaga asing seperti dari China ataupun Jepang saat ini sudah mulai mahal mengingat pertumbuhan ekonomi yang semakin maju.Sebelumnya, Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengungkapkan perusahaan BUMN hanya menguasai 10% proyek infrastruktur di Indonesia, pihak swasta mengerjakan proyek infrastruktur sebesar 20%, sedangkan sisanya sejumlah 70% dikuasai pihak asing. (Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top