Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kelanjutan program PKLSB dipertanyakan

 
Tusrisep
Tusrisep - Bisnis.com 17 November 2011  |  14:39 WIB

 

BADUNG: PT Berdikari (Persero) mempertanyakan tertundanya program Pemulihan Kesuburan Lahan Sawah Berkelanjutan (PKLSB), menyusul hasil pelaksanaan PKLSB 2010 terbukti mendapatkan hasil maksimal. 
 
Dirut PT Berdikari Asep Sudrajat Sanusi menyatakan tidak mengetahui dengan pasti penyebab tertundanya program tersebut. 
 
"Bahkan dari hasil evaluasi Balai Besar Penelitian Tanah Bogor menyatakan pemanfaatan jerami dan bio dekomposer oleh para petani dalam PKLSB,  menuai hasil panen yang maksimal," katanya kepada Bisnis hari ini di sela-sela acara KTT Asean di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali.
 
Direktur Keuangan PT Berdikari Anggiat Sitohang, yang ikut mendampingi Asep Sudrajat juga, menegaskan hasil evaluasi program ini, baik dari lembaga resmi di daerah maupun kelompok tani menyatakan PKLSB 2010 sukses.
 
Menurut Sitohang, para kelompok tani di delapan propinsi di Indonesia yang mendapat PKLSB telah mendesak untuk kembali menerima bantuan produk dekomposer sebagai pengompos jerami dan bio dekomposer sebagai pupuk hayati, karena kini mereka telah memasuki masa tanam berikutnya. 
 
Seraya menyodorkan ratusan dokumen pernyataan dari gabungan kelompok petani (Gapoktan), Sitohang mengaku pada PKLSB 2010, para petani secara tegas mengaku hasil panen pertaniannya meningkat tajam setelah memanfaatkan dekomposer (Vitadegra)sebagai pengurai jerami dan pupuk hayati (Vitabio) yang selama ini diberikan PT Berdikari. 
 
Rata-rata panen dari satu hektar sawah adalah 8 sampai 9  ton dari awalnya mereka hanya mampu menghasilkan panen 5 sampai 6 ton pada satu hektare sawah. 
 
Dalam program PKLSB2011, PT Berdikari telah merencanakan kembali mengulirkan program tersebut pada 1,4 juta hektar lahan pertanian di Indonesia. 
 
"Kami tetap berpegang pada konsep keberlanjutan sehinggaakan tetap menggunakan produk dekompoesr berbentuk tepung yang telah terujitersebut. Kami pegang amanah sejak awal," tambah Asep. (sut)
 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top