Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BI siap sedot belanja pemerintah yang menumpuk

JAKARTA: Bank Indonesia siap menyedot dana anggaran pemerintah yang bakal melonjak pada penghujung tahun. Pasalnya kondisi tersebut bisa menganggu stabilitas nilai tukar dan lonjakan inflasi jika dibiarkan banyak beredar di masyarakat.Gubernur Bank Indonesia
Saeno
Saeno - Bisnis.com 16 November 2011  |  21:38 WIB

JAKARTA: Bank Indonesia siap menyedot dana anggaran pemerintah yang bakal melonjak pada penghujung tahun. Pasalnya kondisi tersebut bisa menganggu stabilitas nilai tukar dan lonjakan inflasi jika dibiarkan banyak beredar di masyarakat.Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution mengatakan bank sentral akan menggunakan sejumlah instrumen moneter untuk menyedot anggaran pemerintah yang banyak mengucur pada sisa tahun anggaran.“Instrumen moneter harus naik di akhir tahun karena harus kami sedot. Jumlahnya besar. Kalau nggak kami sedot, dana itu bisa melakukan hal-hal mengerikan yang kemudian mengganggu inflasi, nilai tukar dan lainnya,” ujarnya di sela-sela Indonesia Economic Outlook 2012, siang ini.Darmin sebelumnya menuding perlambatan penyerapan anggaran menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi menurun pada kuartal III/2011. Padahal pada kuartal tersebut ekonomi masih bisa tumbuh di atas 6,5% jika penyerapan anggaran maksimal. BI mentaksir pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 6,6%.Dia menaksir akan ada anggaran negara sekitar Rp60 triliun-Rp70 triliun yang mengucur pada akhir tahun. Dana tersebut terlalu besar bagi skala sistem moneter Indonesia, sehingga bica menggoyang stabilitas nilai tukar dan mendorong inflasi.Menurutnya, banyak dana yang berputar di masyarakat mendorong harga barang naik, sehingga angka inflasi meningkat. Namun, dia memastikan inflasi pada akhir tahun akan tetap terjaga karena penyerapan anggaran itu melalui instrumen moneter.“Desember pengeluaran menumpuk. Tahun ini penumpukan lebih banyak. Tapi, inflasi masih terjaga. Lebaran saja inflasi tidak tinggi, jadi tak masalah ada Natal dan tahun baru,” terangnya.Dia menambahkan bahwa bank sentral akan menyedot dana dengan instrument moneter seperti Sertifikat Bank Indonesia, Fasilitas Simpanan Bank Indonesia maupun pembelian surat utang negara. (Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top