Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BPK se-Asean dibentuk

NUSA DUA, Bali: Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) negara-negara anggota Asean sepakat membentuk Aseansei atau asosiasi BPK Asean.Kesepakatan itu ditandangani di Nusa Dua, Bali, hari ini. Forum itu akan dimanfaatkan untuk mendorong pertukaran pengetahuan
Tusrisep
Tusrisep - Bisnis.com 16 November 2011  |  13:22 WIB

NUSA DUA, Bali: Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) negara-negara anggota Asean sepakat membentuk Aseansei atau asosiasi BPK Asean.Kesepakatan itu ditandangani di Nusa Dua, Bali, hari ini. Forum itu akan dimanfaatkan untuk mendorong pertukaran pengetahuan dan pengalaman guna meningkatkan profesionalime dan independensi.Tan Sri Dato’ Setia Ambrin Buang, Direktur Badan Pemeriksa Keuangan Malaysia, menuturkan pemeriksaan keuangan negara merupakan pilar penting dalam menciptakan tata kelola yang baik (good governance) di sektor publik.Untuk itu, profesionalime dan kapasitas dari badan pemeriksa perlu terus untuk ditingkatkan, a.l. dengan berbagi informasi dan pengalaman dengan lembaga audit sejenis di kawasan Asia Tenggara.“Penting sekali bagi setiap lembaga audit untuk menjalankan peran secara profesional dan independen. Untuk itu, pemebentukan Aseansai diharapkan bisa berperan baik dalam mendorong pertukaran pengetahuan dan metode-metode audit baru yang menggunakan teknologi,” ujarnya seusai acara penandatanganan kesepakatan pembentukan Aseansai, hari ini.Menurutnya, tugas auditor negara pada saat ini tidak hanya mengawasi penggunaan dana publik, tetapi juga dituntut oleh masyarakat untuk bisa memeriksa manfaat dari belanja pemerintah (value for money auditing).Selain meningkatkan kerjasama dan komunikasi di tingkat kawasan, Tan Sri Dato juga mendorong badan pemeriksa negara-negara Asia Tenggara saling bekerja sama secara bilateral dalam melakukan audit pararel di berbagai bidang.“Dalam prosesnya ini bisa mendorong profesionalisme auditor. Melalui Aseansai, pararel audit semacam ini bisa didorong, tergantung subjek yang akan diperiks, selama ada kesapahaman dan kemauan,” jelasnya.Lim Soo Ping, Ketua BPK Singapura, mengatakan seperti juga lembaganya, rata-rata semua lembaga audit negara menghadapi tantangan yang sama dalam mendukung penciptaan tata kelola pemerintahan yang baik. Antara lain, memastikan kecukupan jumlah auditor yang bisa bekerja dengan baik di sektor publik di tengah persaingan ketat dengan perusahaan audit swasta.“Kami (Singapura) sangat terbuka dengan ekonomi dunia dan kami sudah biasa menghadapi masalah bagaimana memastikan ada orang-orang yang mau bergabung sebagai auditor di sektor publik. Karena perusahaan-perusahaan audit swasta sangat kompetitif dalam hal penggajian,” ujarnya.Tantangan berikutnya, lanjut Lim Soo Ping, memastikan pelaksanaan audit yang efisien sejalan dengan upaya memastikan penggunaan uang setoran pajak yang transparan dan efisien oleh pemerintah.“Semakin efektif lembaga audit menjalankan misinya, akan semakin besar rasa percaya publik kepada pemerintah dalam hal menggunakan dana publik,” paparnya.Hadi Poernomo, Ketua BPK RI, mengatakan dengan tanggung jawab yang cukup besar dalam mendorong terciptanya good governance, maka BPK se-Asean bermaksud menggalang kerja sama dan komunikasi guna meningkatkan kapasitas masing-masing.Karenanya, dibentuklah Aseansei sebagai wadahnya dengan tujuan agar lembaga-lembaga auditor negara di kawasan Asia Tenggara  dapat berkontribusi positif dan konstruktif pada komunitas Asean.“Mudah-mudahan keberadaan Aseansai ini bisa berperan sebagai mitra dalam menciptakan komunitas Asean tersebut. Aseansai tidak akan mencampuri urusan BPK negara-negara anggotanya,” jelasnya.Wakil Ketua BPK Hasan Bisri menambahkan transparansi merupakan nilai-nilai universal yang tidak hanya dituntut penduduk Indonesia, tetapi juga masyarakat Asean. Aseansei dan lembaga-lembaga auditor yang menjadi anggotanya bertanggung jawab untuk mendorong pemerintah agar mengelola keuangan negara dengan baik demi kemakmuran rakyat.“Seperi ketika krisis keuangan melanda Asean pada 1998, masing-masing negara punya cara sendiri-sendiri untuk mengatasinya, tapi peran BPK-nya sama yakni bagaimana memeriksa cara pemerintah melakukan bailout iatau penyelamatan, mengaudit pertanggungjawaban pengeluaran dana untuk mengatasi di kawasan,” tuturnya.Sejauh ini, rapat tertutup pimpinan BPK Se-Asean masih berlangsung untuk memilih Ketua dan struktur anggota Aseansei, termasuk administrasi dan kesekretariatan. (Bsi) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top