Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Crown International cari mitra lokal

JAKARTA: Crown International Holdings Group, pengembang asal Australia mencari pengembang lokal Tanah Air sebagai mitra strategis untuk membangun superblok di Indonesia pada 2012.Chief Executive Officer Crown International Iwan Sunito mengatakan pihaknya
Deriz Syarief
Deriz Syarief - Bisnis.com 16 November 2011  |  19:37 WIB

JAKARTA: Crown International Holdings Group, pengembang asal Australia mencari pengembang lokal Tanah Air sebagai mitra strategis untuk membangun superblok di Indonesia pada 2012.Chief Executive Officer Crown International Iwan Sunito mengatakan pihaknya tertarik membentuk perusahaan joint venture untuk mengembangkan komersial dan apartemen dalam kawasan superblok yang berlokasi di Jakarta.“Kami mencari strategic partner pengembang lokal Indonesia untuk mengembangkan proyek komersial dan apartemen di kawasan superblok di Jakarta. Kami tertarik untuk proyek-proyek yang besar dan berlokasi di tengah kota, kami siap memasukkan dana Rp1 triliun hingga Rp2 triliun,” kata Iwan, kemarin.Iwan menuturkan ketertarikannya masuk mengembangkan properti di Indonesia menyusul selesainya beberapa proyek yang digarapnya di Australia pada tahun depan sehingga modalnya dapat dialihkan ke Indonesia. Selain itu, dia melihat perkembangan properti di Tanah Air yang semakin membaik.Pria yang masih berkewarganegaraan Indonesia tersebut menjelaskan Crown International merupakan perusahaan swasta dengan portofolio properti di Australia yang telah membentuk reputasinya dalam pengembangan properti kelas atas dan berkualitas tinggi.Menurutnya saat ini proyek properti yang sedang dikerjakan bernilai lebih dari AUD$1,8 miliar. saat ini, sambungnya, perusahaan aktif mencari peluang pengembangan baru dan akuisisi strategis dengan mempertimbangkan setiap proyek yang menawarkan kesempatan untuk pertumbuhan nilainya di masa datang.Arief Rahardjo, Head of Research Advisory PT Cushman Wakefield Indonesia, mengatakan minat investor asing untuk menggarap superblok di Indonesia masih terganjal oleh terbatasnya kawasan terpadu yang disiap dikerjasamakan dengan pengembang lokal.Menurutnya banyak investor asing yang tertarik menggarap proyek properti di Indonesia, terutama pembangunan perumahan dan apartemen servis dalam pengembangan kawasan terpadu.Namun, menurut dia, potensi pengembangan kawasan terpadu atau superblok yang siap untuk dikerjasamakan dengan pengembang lokal masih sangat terbatas sehingga masih jarang pemodal asing yang berinvestasi membangun superblok."Saat ini, investor asing lumayan aktif berinvestasi di Indo-nesia, banyak yang sudah tertarik, tetapi potensi yang siap untuk dikerjasamakan masih terbatas. Kalaupun ada proyek superblok biasanya dibangun sendiri oleh pengembang lokal," ujarnya kepada Bisnis, beberapa waktu lalu.Superblok adalah kawasan terpadu yang terdiri dari empat komponen yakni perkantoran, apartemen, ritel, dan hotel yang bertujuan untuk menyediakan seluruh kebutuhan dalam satu kawasan bagi penghuninya.Alasannya, menurut dia, sistem pembangunan kawasan terpadu itu dapat dikerjasamakan dengan beberapa investor dan adanya penghematan dalam bia-ya pembebasan lahan."Investasi pada superblok tentu lebih menguntungkan investor karena umumnya di negara mana pun harga tanah akan lebih murah jika dibeli dalam luasan yang lebih besar," tutur Bagus. (Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top