Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Revitalisasi industri teh butuh Rp1,5 triliun

BANDUNG: Dewan Teh Indonesia akan mengusulkan bantuan anggaran Rp1,5 triliun kepada Kementan untuk program revitalisasi industri teh nasional menyusul kinerja sektor industri tersebut yang menurun setiap tahunnya. Direktur Eksekutif Dewan Teh Indonesia
News Editor
News Editor - Bisnis.com 15 November 2011  |  13:43 WIB

BANDUNG: Dewan Teh Indonesia akan mengusulkan bantuan anggaran Rp1,5 triliun kepada Kementan untuk program revitalisasi industri teh nasional menyusul kinerja sektor industri tersebut yang menurun setiap tahunnya. Direktur Eksekutif Dewan Teh Indonesia Sultoni Arifin mengemukakan berdasarkan data International Tea Committee (ITC), volume produksi teh Indonesia pada 2009 berada pada peringkat ke-7 di bawah China, India, Kenya, Sri Langka, Vietnam, dan Turki. "Padahal, tiga tahun sebelumnya Indonesia berada di peringat kelima. Kondisi ini tentu sangat mengkhawatirkan," katanya hari ini. Berdasarkan data ITC tersebut, Indonesia hanya mampu memproduksi 136.481 ton pada 2009 atau 4% dari total produksi teh dunia sebesar 3,9 juta ton. China memproduksi 1,35 juta ton pada tahun yang sama. Produksi teh India mencapai 978.999 ton, Kenya 314.198 ton, Srilangka 289.778 ton, Vietnam 154.000 ton, dan Turki 153.000 ton serta, produksi negara-negara lain atau gabungan sebanyak 535.862 ton. Sultoni mengatakan penurunan kinerja produksi ini salah satunya akibat semakin menyusutnya luas area kebun teh. Pada 2005, luas areal kebun teh nasional mencapai 139.121 ha. Pada 2006 menyusut menjadi 135.590 ha. Pada 2007 menjadi 133.726 ha. Tahun 2008 menjadi 128.989 ha dan 2010 tinggal 126.251 ha. "Penyusutan luas areal kebun teh akibat alih fungsi lahan. Seperti yang terjadi di Simalungun Sumatra Utara di mana sebanyak 3.000 hektare kebun teh menjadi kebun kelapa sawit. Yang lainnya akibat petani teh yang beralih ke sayuran," katanya. (k45/tw) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Yanto Rachmat Iskandar

Editor : Nadya Kurnia

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top