Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pinjaman proyek Waduk Karian terkendala soal tender

JAKARTA: Rencana Pemerintah Korea Selatan memberi pinjaman US$100 juta untuk pembangunan Waduk Karian di Banten belum terealisasi karena belum ada kesepakatan soal tender dengan RI.Pemerintah Korsel sendiri sudah berkomitmen akan menyalurkan pinjaman
Linda Tangdialla
Linda Tangdialla - Bisnis.com 14 November 2011  |  16:59 WIB

JAKARTA: Rencana Pemerintah Korea Selatan memberi pinjaman US$100 juta untuk pembangunan Waduk Karian di Banten belum terealisasi karena belum ada kesepakatan soal tender dengan RI.Pemerintah Korsel sendiri sudah berkomitmen akan menyalurkan pinjaman tersebut melalui Korean International Cooperation Agency (KOICA).Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum Mohammad Amron mengatakan kepastian pemberian pinjaman itu tertunda karena belum ada kesepakatan mengenai pelaksanaan tender.“Kami ingin tender dilaksanakan dengan mengacu Kepres No.54/2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa, sedangkan Korsel ingin tender dilaksanakan sesuai aturan mereka,” ujarnya hari ini.Amron mengatakan pemerintah masih menunggu putusan Korsel soal komitmen pembiayaan itu. Pemerintah juga sudah mengirim procurement plan proyek Karian ke Korea Selatan Oktober lalu.Tunggu jawabanDia mengatakan jika hasil procurement itu mendapat jawaban dan komitmen ditandatangani, maka dalam waktu kurang lebih enam bulan, ke depan proses tandatangan kontrak bisa dilaksanakan.Karena proses tender proyek itu diperkirakan akan memakan waktu 6 bulan, maka kemungkinan proses pembangunan sudah bisa dimulai pertengahan 2012.Adapun, pembangunannya perlu 3-4 tahun. Untuk pembebasan lahan, hingga akhir tahun dipatok pengadaan tanah kawasan tapak bendungan, jalan masuk dan quarry dapat terselesaikan.Pembangunan Waduk Karian diperkirakan menelan Rp3 triliun untuk konstruksi yang 50% pembiayaannya ditanggung APBN. Sisanya dari dana pinjaman Korsel.Pemerintah menargetkan manfaat Waduk Karian itu akan dirasakan warga mulai 2020. Menurut rencana, waduk berkapasitas 219 juta m3 itu diharapkan menampung debit air 14,6 m3/detik.Waduk tersebut akan mencukupi kebutuhan air di Tangerang sebesar 9,1 m3/dt, Serang, Cilegon dan keperluan irigasi Ciujung 5,5 m3/dt, dan penambahan air baku di DKI Jakarta 6,6 m3/dt.Bendungan BojonegoroDalam perkembangan lain, Kementerian Pekerjaan Umum menargetkan proyek Bendungan Gerak Bojonegoro Barrage tahun ini rampung , sehingga bisa dioperasikan awal 2012.Kepala Pengawas Pelaksana Pembangunan Bojonegoro Barrage Yahya mengatakan dengan dioperasikannya bendungan itu, potensi banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo bisa berkurang.Bendungan Bojonegoro Barrage memiliki panjang 1.841,752 m itu, menampung air 13 juta meter kubik , dan di musim kemarau dapat  mengairi 5.000-an hektare sawah di sekitarnya. (bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top