Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Agung: Power Steel harus taati aturan

SEMARANG: Aktivitas PT Power Steel harus mengikuti semua aturan yang berlaku dalam melaksanakan produksi, sehingga tidak mengganggu lingkungan sekitar, terutama masalah pencemaran udara.Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono
News Editor
News Editor - Bisnis.com 14 November 2011  |  19:31 WIB

SEMARANG: Aktivitas PT Power Steel harus mengikuti semua aturan yang berlaku dalam melaksanakan produksi, sehingga tidak mengganggu lingkungan sekitar, terutama masalah pencemaran udara.Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono mengatakan hal itu menanggapi disegelnya PT Power Steel, pabrik peleburan baja  di kawasan Milenium, Cikupa, Kabupaten Tangerang oleh Satpol PP setempat, karena dianggap melakukan pencemaran udara.“Tentu saja semua harus ikut aturan dan Power Steel harus bisa melakukan industrinya dengan baik dan tidak menggangu lingkungan,” ujarnya seusai menghadiri acara "talkshow" pos pemberdayaan keluarga (Posdaya) di Universitas Negeri Semarang (Unes) hari ini.Menurut dia, setiap perusahaan harus mengikuti aturan terutama jangan sampai dikeluhkan masalah pencemaran.“Saat ini sesuai laporan, Power Steel akan mengikuti semua aturan, terutama masalah asap dan saat ini mereka sedang melakukannya,” tuturnya.Dia mengatakan saat ini pemerintah sedang memantau terus Power Steel dan kalau semua ikut aturan, investasi bisa selamat, para buruh juga bisa bekerja dengan baik, sehingga tidak menggangu aktivitas perusahaan.Gugat balikSebelumnya Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tangerang  menyegel 10 tungku cerobong asap PT Power Steel Mandiri, pabrik pelebur baja dikawasan Milenium, Cikupa, Tangerang, karena dianggap sumber pencemaran udara dan lingkungan pada pekan lalu.Langkah Pemkab Tangerang terhadap penyegelan dilakukan karena asap yang dikeluarkan dari pabrik tersebut berdasarkan hasil uji laboratorium Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Tangerang diketahui berada di atas ambang batas dan melanggar Undang-Undang Lingkungan Hidup.Buntut dari penyegelan tersebut, Bupati Tangerang Ismet Iskandar digugat balik perusahaan tersebut dengan nilai Rp1 triliun lantaran Power Steel merasa dipermalukan.Penutupan Power Steel oleh satpol PP itu sempat berlangsung ricuh dengan perlawanan pekerja dan pimpinan perusahaan, namun kemudian dapat diselesaikan. Perusahaan itu memiliki 5.000 pekerja. (K30/k39/rsj/Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Puput Ady Sukarno

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top