Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga BBM bersubsidi diusulkan naik Rp1.000

 
Samantha Ardiansyah
Samantha Ardiansyah - Bisnis.com 14 November 2011  |  20:05 WIB

 

JAKARTA: Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Widjajono Partowidagdo mengusulkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi Rp1.000 per liter untuk mobil pribadi yang tidak mau menggunakan pertamax.
 
Menurutnya, upaya pengurangan subsidi BBM hanya bisa dilakukan dengan dua cara, yakni dengan menaikkan harga jual secara bertahap, dan dengan mengurangi pasokan (volume) BBM subsidi melalui pengaturan.
 
"Kalau mau menaikkan harga [BBM subsidi] memang keputusan politik, tapi saya punya pendapat kalau transportasi umum atau barang tetap [harganya] Rp4.000 per liter supaya tidak terjadi inflasi, sedangkan mobil pribadi yang tidak mau pakai pertamax, ya dinaikkan saja harganya Rp1.000 per liter menjadi Rp5.500 per liter," ujarnya, hari ini.
 
Dia menjelaskan penaikan harga BBM subsidi Rp1.000 per liter itu bisa ditetapkan berdasarkan tahun produksi dan kapasitas mesin kendaraan. Saat ini, imbuhnya, sebagian besar anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sudah memberikan sinyal persetujuan terkait keinginan menaikkan harga BBM subsidi Rp1.000 per liter untuk mobil pribadi.
 
Menurutnya, Kementerian ESDM akan segera berkoordinasi dengan Menko Perekonomian dan Menteri Keuangan agar usulan kenaikan harga BBM subsidi itu bisa disetujui. 
 
"Rencana kami [Kementerian ESDM] akan ngomong sama Menko Perekonomian dan Menkeu. Kalau perlu, bulan depan atau awal tahun depan, [harganya] sudah naik, karena ini kan [kenaikan] hanya untuk kendaraan pribadi, bukan kendaraan umum," katanya.
 
Widjajono mengatakan usulan penaikan harga BBM subsidi Rp1.000 per liter itu merupakan bagian rencana jangka pendek pemerintah untuk mengurangi penggunaan BBM secara bertahap. "Selain itu penaikan harga BBM subsidi Rp1.000 per liter, secara langsung juga akan menghemat alokasi subsidi BBM yang harus ditanggung negara." (sut)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top