Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ayo belajar industri kreatif ke museum

PALEMBANG: Industri kreatif terutama aksesoris kalung manik-manik dan gelang-gelang sudah muncul di Sumatra Selatan sejak abad ke 4."Luar biasa sejak abad 4 sebelum adanya kerajaan Sriwijaya, industri kreatif sudah tumbuh di provinsi ini. Warisan
nurul
nurul - Bisnis.com 13 November 2011  |  09:34 WIB

PALEMBANG: Industri kreatif terutama aksesoris kalung manik-manik dan gelang-gelang sudah muncul di Sumatra Selatan sejak abad ke 4."Luar biasa sejak abad 4 sebelum adanya kerajaan Sriwijaya, industri kreatif sudah tumbuh di provinsi ini. Warisan budaya itu bisa dilihat di Museum Sriwijaya, Palembang," kata Mari E Pangestu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf), hari ini.Pada abad 7-9 M, industri kreatif itu bahkan berkembang di sejumlah desa di Kabupaten Musi Banyuasin seperti Desa  Mulyo Agung, Karya Mukti, Sari Agung dan Karang Tirto di Kecamatan Bayung Lencir.Kalung manik-manik itu bahkan dibuat dari batu setengah mulia dan kaca yang dilihat dari bentuknya di situs itu bertipe India.Menurutnya, peninggalan produk budaya menunjukkan perajin dan kreativitas seni sudah berkembang di abad itu sehingga bagi generasi sekarang seharusnya bisa menjadikan museum sebagai sumber inspirasi."Revitalisasi Museum sudah dilakukan Kemenparekraf untuk mengajak masyarakat berkunjung ke museum-museum yang ada di berbagai daerah di tanah air,"kata Mari seusai mengunjungi Museum Sriwijaya, di komplek Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya, di daerah Karanganyar,  Palembang,  seluas 20 ha.Dengan program itu dia mengharapkan kunjungan ke museum mendorong lahirnya minat masyarakat untuk mengembangkan industri kreatif dari pembuatan replika maupun memorilia."Di luar negri, museum yang sudah dikenal akan membuat replika, foto,  postcard, beragam suvenir yang dapat dibeli oleh para pengunjung di museum. Bisnis replika maupun barang-barang memorilibia itu adalah bagian dari industri kreatif," katanya.Dia menilai jika masyarakat memiliki keyakinan bahwa melihat dan percaya atau seeing is believing akan membuat masyarakat memahami keunggulan para leluhurnya dan ke depan kunjungan museum akan meningkat.Jika orangtua, pendidik  dan pengelola museum mampu mendorong masyarakat untuk belajar dari peninggalan bersejarah seperti desain aksesoris di Museum Sriwijaya itu  maka selain ada keinginan memelihara warisan budaya juga menjadikan museum sumber ilmu dan inspirasi."Datang, lihat dan buktikan sendiri semua sektor yang diminati oleh generasi muda di museum maka mereka bisa belajar life style, arsitektur, tekhnologi para leluhur dari sebuah museum," kata Menparekraf.Kementeriannya telah mengeluarkan dana lebih dari Rp100 miliar untuk program revitalisasi museum dari sisi bangunan fisik, display, pengelolaan, program hingga kebijakan untuk 36 museum di berbagai provinsi di Tanah Air."Museum harus menjadi tempat menarik untuk dikunjungi karena itu dalam hal kebijakan harus ada kepedulian dari pemerintah daerah dan sinergi dengan pemerintah pusat untuk mendorong masyarakat belajar kejayaan masa lalu di museum, tuturnya. (tw) 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Nadya Kurnia

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top