Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Shortlisted kontraktor MRT tuntas pekan depan

TOKYO: Japan International Cooperation Agency menjanjikan shortlist (daftar pendek) peserta tender kontraktor proyek mass rapid transit tahap pertama koridor Lebakbulus-Bunderan Hotel Indonesia diselesaikan pada pekan depan.Apabila JICA benar-benar mengeluarkan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 09 November 2011  |  21:45 WIB

TOKYO: Japan International Cooperation Agency menjanjikan shortlist (daftar pendek) peserta tender kontraktor proyek mass rapid transit tahap pertama koridor Lebakbulus-Bunderan Hotel Indonesia diselesaikan pada pekan depan.Apabila JICA benar-benar mengeluarkan persetujuan atas shortlist yang disampaikan oleh PT MRT Jakarta itu, maka tender kontraktor untuk pekerjaan konstruksi sipil segera dapat dimulai.Tender tersebut, menurut Direktur PT MRT Jakarta Eddi Santosa, akan mengambil waktu 6 bulan, sehingga pelaksanaan konstruksi bisa dimulai pada Juni 2012. Janji itu disampaikan oleh Yuho Hayakawa, Direktur Divisi I Asia Tenggara (Indonesia) Departemen Asia Tenggara dan Pasifik JICA, di kantor pusat organisasi tersebut di Tokyo Jepang, hari ini.Yuho menerima kunjungan Direktur Utama PT MRT Jakarta Tribudi Rahardjo, Direktur Eddi Santosa, Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia Danang Parikesit, dan pengamat kebijakan publik Agus Pambagio. Sebelum pertemuan dengan Hayakawa, Tribudi menjelaskan bahwa persetujuan JICA atas shortlist yang diajukan oleh PT MRT Jakarta itu seharusnya keluar pada awal Oktober 2011. “Jadi, ini tertunda sampai hamper sebulan,” tuturnya.Dia berharap keterlambatan persetujuan itu tidak merembet ke tahapan berikutnya, sehingga pengoperasian tahap pertama MRT, ruas Lebakbulus (Jakarta Selatan) – Bunderan Hotel Indonesia (Jakarta Pusat) sepanjang 15,2 km, tidak mundur dari target pada 2016.Tribudi mengungkapkan dalam shortlist yang diajukan ke JICA terdapat sejumlah nama BUMN karya seperti PT Hutama Karya, PT Pembangunan Perumahan, PT Waskita Karya, dan PT Adhi Karya. Namun, mereka wajib berkonsorsium dengan setidaknya satu perusahaan Jepang.Perusahaan asal Negeri Sakura itulah yang bertindak sebagai pemimpin konsorsium. Proyek MRT dibangun meliputi tiga tahap. Tahap kedua ialah ruas Bunderan HI – Kampung Bandan (Jakarta Utara) sepanjang 7,8 km dan tahap ketiga ruas Balaraja (Tangerang, Banten) – Cikarang (Bekasi, Jawa Barat) sepanjang 87 km.Untuk pembangunan tahap pertama ruas Lebakbulus-Bunderan HI, JICA telah menyetujui tight loan 132,6 miliar yen (Rp15,11 triliun) yang merupakan bagian dari kebutuhan dana sebesar 157 miliar yen (Rp17,89 triliun).Angka itu bertambah karena ruas tahap pertama itu diperpanjang dari semula berawal Lebakbulus hanya sampai Dukuh Atas, namun kemudian sampai Bunderan HI. Dana yang diperlukan awalnya hanya 144 miliar yen (Rp16,42 triliun) dan 120 miliar yen (Rp13,68 triliun) di antaranya pinjaman dari JICA.(mmh)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : M. Syahran W. Lubis

Editor : Intan Permatasari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top