Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bandara Adisutjipto sempat ditutup lagi pagi ini

JAKARTA: Bandara Adisutjipto Yogyakarta sempat kembali ditutup pagi ini setelah pada Minggu (6 November) ditutup semalaman.  
News Editor
News Editor - Bisnis.com 09 November 2011  |  09:57 WIB

JAKARTA: Bandara Adisutjipto Yogyakarta sempat kembali ditutup pagi ini setelah pada Minggu (6 November) ditutup semalaman.  

Bandara di Yogyakarta tersebut tidak bisa dilewati pesawat karena alasan cuaca yakni kabut tebal yang menyelimuti bandara. 
 
"Jarak pandang tidak memenuhi syarat penerbangan yaitu kurang dari 2.000 meter," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan, Bambang S. Ervan, Rabu 9 November.
 
Menurut Bambang, kabut tebal tersebut mulai terjadi sekitar pukul 05.45 WIB. "Biasanya kabut akan hilang dalam satu atau dua jam lagi," ujarnya. 
 
Bambang mengatakan namun pada pukul 07.00 WIB, Bandara Adisutjipto kembali dibuka. "Ditutupnya hanya satu jam lebih, penerbangan yang terganggu tidak banyak," katanya.
 
Pada Minggu, Bandara Adisutjipto juga ditutup karena ada gangguan listrik. Lampu penerangan di sepanjang runway (landasan pacu) mati, sehingga membahayakan pesawat yang akan melewatinya.
 
Setelah rusaknya lampu di landasan pacu Bandara Adisutjipto Yogyakarta, direksi PT Angkasa Pura I langsung memerintahkan kepada seluruh pengelola bandara di bawah naungannya untuk meningkatkan antisipasi peralatan elektronika di bandara.
 
Rusaknya lampu di landasan pacu bandara Yogyakarta ini menyebabkan bandara ditutup sejak Minggu pukul 19.00 WIB hingga Senin (7 November) pukul 05.00 WIB.
 
"Minggu malam karena hujan, ada gangguan di trafo sehingga ada kabel yang lepas dan menyebabkan lampu di runway [landasan pacu] mati," kata Direktur Utama PT Angkasa Pura I Tommy Soetomo.
 
Dia menambahkan akibat matinya lampu di runway Bandara Adisucipto, banyak penerbangan terganggu dan terpaksa mengalihkan pendaratan ke bandara-bandara terdekat.
 
Kerusakan lampu di runway ini, lanjut Tommy, sudah dapat diatasi pada Senin pagi. Penerbangan sudah kembali normal pada pukul 05.00 WIB karena bandara sudah dibuka lagi. Tetapi pagi Senin pagi, hujan deras sehingga masih banyak penerbangan yang terganggu akibat cuaca.
 
"Kerusakan lampu di landasan pacu ini merupakan yang pertama kali," katanya.
 
Tommy menambahkan pihaknya sudah meminta kepada seluruh pengelola bandara di bawah naungannya (13 bandara) untuk antisipasi cuaca khususnya untuk masalah alat-alat elektronik di bandara.
 
Direktur Operasi Garuda Indonesia Capt. Ari Sapari mengungkapkan dampak yang dirasakan akibat matinya lampu landasan Bandara Adisutjipto adalah pada Malam (6 November) malam, enam penerbangan Garuda tertunda. 
 
"Penundaan enam penerbangan itu berdampak kepada jadwal penerbangan lainnya, khususnya rotasi pesawat. Satu penerbangan tertunda itu dampaknya kepada empat penerbangan berikutnya. Belum lagi kami harus mengoperasikan pesawat badan besar tipe B747-400 untuk mengangkut penumpang karena ada dua frekuensi disatukan," ujarnya. (ea)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Berliana Elisabeth S.

Editor : Marissa Saraswati

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top