Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Garuda hanya mampu angkut 40% tambahan kuota haji

JAKARTA: Maskapai Garuda Indonesia hanya mampu mengangkut 40% atau 4.000 dari 10.000 tambahan kuota jamaah haji. Kloter pertama dari seluruh rombongan haji akan diberangkatkan pada 2 Oktober 2011."Kloter pertama jamaah haji ini akan diberangkatkan
Arif Gunawan Sulistyono
Arif Gunawan Sulistyono - Bisnis.com 27 September 2011  |  18:08 WIB

JAKARTA: Maskapai Garuda Indonesia hanya mampu mengangkut 40% atau 4.000 dari 10.000 tambahan kuota jamaah haji. Kloter pertama dari seluruh rombongan haji akan diberangkatkan pada 2 Oktober 2011."Kloter pertama jamaah haji ini akan diberangkatkan pada 2 Oktober dari seluruh embarkasi kecuali Banjarmasin," kata Direktur Operasional Garuda Indonesia Ari Sapari di Jakarta, Selasa.Soal tambahan kuota jamaah yang ditetapkan Kementerian Agama sebanyak 10.000 orang, menurut Ari, pihaknya hanya mampu mengangkut 4.000 orang. Hal ini karena disesuaikan dengan izin slot terbang di negara tujuan haji. Sebelumnya Ari mengatakan pihaknya belum pastikan untuk mengangkut tambahan kuota."Soal tambahan ini disesuaikan dengan izin slot terbang dari Arab Saudi. Kami sesuaikan tambahan ini dengan kemampuan perusahaan, sehingga tidak lebih dari 4.000 jamaah dari beberapa embarkasi," kata Ari.Tambahan kuota jamaah sebanyak 4.000 orang ini tidak akan menambah frekuensi terbang, hanya dengan melakukan penggabungan di kloter-kloter yang tersedia. "Kami tidak bisa menambah frekuensi terbang, karena  kita dibatasi jumlah penerbangan per hari oleh Arab Saudi, tidak beloh menambah frekuensi," kata dia.Dia menambahkan para jamaah haji ini akan diangkut 14 pesawat sewaan, yakni jenis Airbus 330 sebanyak 11 unit dan boeing 747-400 sebanyak 3 unit. Menurut Ari, Garuda akan mendatangkan seluruh pesawat pada akhir bulan ini yang akan digunakan untuk mengangkut jamaah haji."Seluruh pesawat yang akan kami gunakan untuk mengangkut jemaah haji tahun ini semuanya sewaan, dan nanti akan tiba pada akhir bulan ini," kata Ari.Ari menjelaskan, pesawat-pesawat yang disewanya saat ini berusia masih relatif muda yaitu buatan 2008- 2009. Pihaknya menyewa 14 unit pesawat dari enam lessor, yakni HiFly, Thomson Airways, Air Transat, Monarch, Pullmantur, dan Thomascook.VP Corporate Communication Garuda Indonesia Pujobroto mengatakan soal tambahan kuota haji, pihaknya belum pastikan untuk menambah armada.Tidak ditambahnya pesawat operasional haji karena tender pengadaan pesawat tersebut telah ditutup, sementara pihaknya tidak bisa mengadakan pesawat dengan cepat mengingat pelaksanaan pemberangkatan jemaah haji tinggal sebulan lagi.Agar seluruh jamaah bisa terangkut, maka Garuda akan mengatur kembali jadwal pemberangkatan. "Ya kami coba membuat jadwal sesuai dengan kemampuan," ujarnya.Garuda saat ini telah mendapatkan jatah untuk mengangkut sebanyak 108.000 jemaah regular. Dengan adanya tambahan kuota 10.000 jamaah, maka Garuda akan menambah jatah haji sebanyak 4.000 jamaah lagi sementara sisanya akan diangkut oleh Saudi Arabian Airlines.Terkait dengan poin-poin yang dituntut para penerbang maskapai ini yang tergabung dalam Asosiasi Pilot Garuda (APG), Ari mengatakan soal remunerasi atau soal penggajian, akan disesuaikan dengan kemampuan perusahaan. "Soal remunerasi ini akan disesuaikan dengan kondisi dan jangan ada pihak yang  memaksakan kehendak," kata dia.Ari menambahkan soal remunerasi  belum tentu ada peningkatan gaji, harus disesuaikan dengan kemampuan perusahaan. "Komponen gaji memang besar terhadap total biaya perusahaan, tetapi tidak sebesar komponen bahan bakar minyak (BBM)," kata Ari. (Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top