Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah renegosiasi kontrak LNG

JAKARTA: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mengevaluasi seluruh kontrak penjualan gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) untuk dilakukan renegosiasi, guna mengamankan pasokan gas di dalam negeri. Menteri Energi dan Sumber
Samantha Ardiansyah
Samantha Ardiansyah - Bisnis.com 26 September 2011  |  16:50 WIB

JAKARTA: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mengevaluasi seluruh kontrak penjualan gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) untuk dilakukan renegosiasi, guna mengamankan pasokan gas di dalam negeri. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Zahedy Saleh menegaskan pada prinsipnya pemerintah berkomitmen tidak akan meningkatkan lagi ekspor LNG ke luar negeri, guna memenuhi kebutuhan dalam negeri, khususnya untuk perbaikan energy mix PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) dan industri pupuk di Tanah Air. Atas pertimbangan tersebut, jelasnya, Kementerian ESDM telah membentuk Tim Evaluasi dan Renegosiasi Kontrak-Kontrak LNG, yang dengan sangat hati-hati mereview satu per satu kontrak LNG yang ada. “Selanjutnya, akan dilaporkan kepada Presiden guna mendapatkan pertimbangan dari perspektif yang lebih luas. Pemerintah berkomitmen tidak akan meningkatkan lagi ekspor LNG ke luar negeri,” ujarnya melalui pesan singkat yang diterima Bisnis, sore ini. Bahkan, imbuhnya, untuk kontrak-kontrak penjualan LNG yang sudah disepakati tetapi  masih belum berjalan akan diutamakan untuk memenuhi kepentingan nasional. “Untuk itu, dilakukan perhitungan biaya-manfaat dengan menerapkan prioritas dan manfaat bagi nasional ketimbang [memberlakukan] penalti terkait realisasi kontrak.” Menurut dia, dalam rangka pemanfaatan gas yang diproduksikan di dalam negeri, diperlukan pertimbangan matang dan menyeluruh, termasuk kesiapan infrastruktur gas. Dalam hal ini, jelasnya, kendala infrastruktur gas sering kali menimbulkan ketidaksiapan konsumen di dalam negeri menyerap produksi gas yang ada. Di sisi lain, bila produksi gas yang tidak dimanfaatkan akan berpengaruh terhadap keputusan penurunan produksi gas di masa yang akan datang. “Untuk itulah percepatan pembangunan infrastruktur gas menjadi prioritas utama. Pertimbangan menyeluruh itulah yang sedang didalami dengan cermat oleh tim yang me-review kontrak-kontrak LNG yang sedang dan akan berjalan,” tutur Darwin.(api)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper

BisnisRegional

To top