Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dekopin: Revitalisasi koperasi sudah mendesak

 
Muhammad Sarwani
Muhammad Sarwani - Bisnis.com 23 September 2011  |  15:40 WIB

 

JAKARTA: Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) merevitalisasi koperasi atas desakan seluruh gerakan masyarakat koperasi nasional sebagai salah satu strategi menyikapi fenomena perubahan global.
 
Nurdin Halid, Ketua Umum Dekopin, mengatakan koperasi memang sudah seyogyanya berpijak pada keyakinan ideologis agar mampu menghadapi kecendrungan perubahan.
 
"Terutama, dalam tataran implementatif terhadap koperasi yang membutuhkan pendekatan dan strategi baru seiring dengan dinamika yang dihadapi," ujarnya dalam Rapat Pimpinan Nasional Dekopin hari ini.
 
Itu sebabnya Dekopin menyelenggarakan Rapimnas yang diikuti Pimpinan Dekopin, Dekopin Wilayah (Dekopinwil), dan Dekopin Daerah (Dekopinda) seluruh Indonesia untuk merespon perubahan kondisi global yang dinamis. Rapimnas berlangsung hingga 25 September 2011.
 
Menurut dia, Rapimnas juga mengagendakan rencana penyelenggaraan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) sebagai upaya merevitalisasi internal gerakan koperasi Indonesia.
 
Melalui Munaslub gerakan koperasi dalam wadah Dekopin bisa membahas dan menetapkan anggaran rumah tangga (ART) sebagai kelengkapan Anggaran Dasar. Munaslub akan mengkaji ulang posisi dan strategi serta merevitalisasi internal koperasi.
 
Nurdin Halid mengatakan, kondisi koperasi saat ini, harus diakui, jauh berbeda dengan kondisi saat koperasi lahir sebagai ide maupun saat koperasi dijadikan sistem demokrasi di Indonesia.
 
Peranan koperasi saat ini, katanya, masih jauh dari harapan. Kedudukannya masih terstruktur dalam posisi marginal dan tidak kunjung lepas dari masalah elementer yang bisa melemahkan dasar gerakan.
 
"Ini terjadi, karena konsep kesejahteraan dan kehidupan ekonomi telah banyak berubah, baik dalam tataran ideologis maupun praktis," katanya.
 
Dia juga masih meragukan data perkembangan koperasi saat ini yang dinilainya masih meragukan kalau dilihat dari sudut validitas, reliabilitas dan kualitas sehingga perlu dilakukan audit dan pembenahan.
 
Tercatat jumlah koperasi pada 2011 mencapai 186.000 unit lebih dengan anggota 30,4 juta orang atau 13% dari total penduduk Indonesia. Hal itu dinilai belum menunjukkan eksistensi peran koperasi dalam perekonomian nasional terkait kualitas kinerja dan prestasi koperasi. (sut)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode Bisnis Indonesia Logo Epaper
To top