Eksportir Jabar belum gembira penguatan dolar AS

BANDUNG: Kalangan eksportir di Jawa Barat pesimistis pelemahan nilai tukar rupiah hingga di atas level Rp9.000 per dolar AS memperbesar marjin pengusaha, melihat kondisi market di Eropa dan Amerika Serikat yang saat ini terpuruk.Sekretaris Asosiasi Pertekstilan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 22 September 2011  |  16:35 WIB

BANDUNG: Kalangan eksportir di Jawa Barat pesimistis pelemahan nilai tukar rupiah hingga di atas level Rp9.000 per dolar AS memperbesar marjin pengusaha, melihat kondisi market di Eropa dan Amerika Serikat yang saat ini terpuruk.Sekretaris Asosiasi Pertekstilan Indonesia Jabar Kevin Hartanto menilai pelemahan nilai tukar rupiah tidak cukup berkontribusi positif bagi ekspor, karena kondisi pangsa pasar yang goyah.“Jujur saja saat ini kami sedang was-was dan pusing melihat kondisi ekonomi di Eropa. Karena market utama untuk TPT Jabar kan di sana,” ujarnya kepada Bisnis, hari ini. Kevin menambahkan pelaku usaha sebetulnya mengharapkan kestabilan nilai tukar rupiah, bukan fluktuasi yang tidak pasti seperti sekarang ini. Kestabilan itu mendukung ekspor TPT Jabar kemungkinan tidak akan mengalami gangguan, bahkan order akan semakin tinggi.“Kestabilan ekonomi itu tidak hanya berlaku untuk dalam negeri tapi juga perekonomian di luar sana yang sangat berdampak kepada kita. Percuma rupiah tinggi kalau order dari pasar utama menurun,” katanya.Menurutnya dengan kondisi yang tidak stabil seperti ini, pelaku usaha TPT harus mengkalkukasi harga pokok dan bahan baku secara lebih Namun, pada saat kondisi sekarang ini justru produk-produk impor sangat merajai pasar dalam negeri yang diakibatkan oleh adanya penerapan bea masuk impor barang yang digunakan untuk bahan baku.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Dinda Wulandari & Roberto Purba & Yanto Rachmat Iskandar

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top