BANDUNG: Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan dana Rp40 miliar untuk kegiatan operasi pasar murah (OPM) beras, minyak goreng, dan gula pasir yang akan dilakukan pada 2011 ini.Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jabar Ferry Sofwan mengemukakan dana OPM itu akan disalurkan ke kab/kota sesuai dengan persentase jumlah rumah tangga sasaran yang ada di masing-masing kab/kota.Pemkab/pemkot tinggal menunjuk distributor yang akan melaksanakan OPM tersebut dengan mekanisme perjanjian yang telah ditetapkan seperti mekanisme penagihan atau pembayaran, katanya hari ini.Rencana OPM tersebut merupakan satu dari 10 jurus yang akan dikeluarkan TPID dalam rangka menekan laju pada 2011. Pada 2011, laju inflasi dipatok 4%--6%. Sedangkan pada 2010 lalu, inflasi Jabar mencapai 6,62%, menembus angka ekspektasi 4%--6%.Dia menuturkan jurus lainnya a.l peningkatan produktivitas areal tanaman padi. Tahun lalu, produktivitas areal tanaman padi di Jabar 5,6 ton per hektare.Produktivitas areal tanaman padi masih berpeluang naik pada 2011 ini melalui program intensifikasi pertanian dan peningkatan sarana irigasi.Dia mengatakan langkah lain untuk menekan laju inflasi berupa percepatan penyaluran beras miskin 2011 yang kuotanya mencapai 511.000 ton.Menurut dia, penyaluran raskin yang lebih optimal diyakini mampu menekan laju inflasi terutama ketika harga beras melambung tinggi di pasaran.Sementara itu, Dinas Peternakan Jabar akan berupaya untuk menekan kenaikan harga, terutama komoditi daging ayam potong yang turut memicu terjadinya inflasi pada 2010 lalu.Kepala Disnak Jabar Koesmayadie T Padmadinata mengakui melambungnya harga komoditi ayam akibat tata niaga anak ayam atau DOC di Jabar yang kacau.Pada saat-saat tertentu seperti menjelang hari-hari besar memang ada upaya spekulasi, ujarnya.Untuk menekan kekacauan tersebut, Disnak Jabar akan meminta jaminan dari Kementerian Pertanian agar turut mengawasi tata niaga DOC di Jabar.Koesmayadi mengemukakan telah bertemu dengan Dirjen Peternakan di Kementerian Pertanian agar data penyaluran DOC lebih transparan.Dari data tersebut akan diketahui ke mana saja DOC disalurkan. Khususnya pada menjelang hari-hari besar, katanya.Dia menilai produksi DOC di Jabar sebetulnya mampu memenuhi kebutuhan para peternak ayam. Produksi DOC di Jabar dengan jumlah breeder farm sebanyak 29 unit, mampu memproduksi 17 juta-18 juta DOC per minggu.Akan tetapi, ketika menjelang hari-hari besar, terjadi kekurangan pasokan DOC kepada peternak yang menyebabkan harga DOC melambung tinggi.Dengan koordinasi dengan kementerian diharapkan tata niaga DOC bisa lebih lancar dan transparan, katanya.Di sisi lain, Dinas Pertanian Jabar akan menggenjot produksi cabai yang turut pula memicu inflasi pada 2010.Kepala Distan Jabar Endang Suhendar mengemukakan hingga saat ini produksi cabai Jabar memang belum mampu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.Luas areal budidaya cabai di Jabar baru mencapai 16.000 hektare dari kebutuhan ideal lahan budidaya 32.000 hektare.Selama ini kebutuhan cabai Jabar, 40% dipasok dari Jateng dan Jatim. Sehingga ketika mereka menyetop pasokan ke kita akan menyulitkan, katanya.Kondisi tersebut diperparah pula dengan banyaknya petani cabai di Bandung dan Priangan Timur yang terikat kontrak dengan industri bumbu makanan.Menurut dia, Pemprov Jabar tidak bisa memaksa para petani untuk mendahulukan kebutuhan pasar umum.Salah satunya, kami akan mendorong budi daya tanaman cabai di pekarangan rumah agar mampu menekan ketergantungan akan cabai di pasaran, tuturnya.(api)
Jabar siapkan Rp40 miliar untuk operasi pasar
BANDUNG: Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan dana Rp40 miliar untuk kegiatan operasi pasar murah (OPM) beras, minyak goreng, dan gula pasir yang akan dilakukan pada 2011 ini.Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jabar Ferry Sofwan mengemukakan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel
Penulis : News Editor
Editor : Lingga Sukatma Wiangga
Topik
Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.
Artikel Terkait
Berita Lainnya
Berita Terbaru
Terpopuler
# Hot Topic
Rekomendasi Kami
Foto
