Lion Air pertahankan tarif kendati minyak naik

JAKARTA: Lion Air belum menyesuaikan tarif tiket untuk seluruh rute penerbangan, meskipun terjadi gejolak harga jual minyak dunia hingga sempat mencapai US$100 per barel beberapa hari lalu.
Febriany Dian Aritya Putri
Febriany Dian Aritya Putri - Bisnis.com 30 Desember 2010  |  09:35 WIB

JAKARTA: Lion Air belum menyesuaikan tarif tiket untuk seluruh rute penerbangan, meskipun terjadi gejolak harga jual minyak dunia hingga sempat mencapai US$100 per barel beberapa hari lalu.

Direktur Umum Lion Air Edward Sirait mengatakan perubahan harga minyak dunia yang berdampak juga pada tarif avtur belum berpengaruh signifikan terhadap biaya operasional.

Sampai saat ini belum ada yang berubah. Misalnya rute Jakarta-Denpasar juga belum ada perubahan tarif tiket secara signifikan, jelasnya hari ini.

Dia juga menuturkan di KM 26/2010 tentang Tarif Pesawat Kelas Ekonomi juga ditentukan tarif batas atas untuk setiap rute penerbangan.

Direktur Niaga Sriwijaya Air Toto Nursatyo mengatakan maskapai akan meminta pemerintah untuk mervisi KM tersebut jika harga jual avtur lebih dari Rp10.000 per liter.

KM tersebut menetapkan koridor harga avtur adalah Rp10.000. Kalau harga avtur mencapai di atas itu, maskapai dan tentu saja INACA [Indonesia National Air Carriers Association] akan meminta pembahasan lagi ke pemerintah, jelas Toto.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top