Ekonomi diprediksi tumbuh 6,5% tahun depan

Muhamad Yamin
Muhamad Yamin - Bisnis.com 24 Desember 2010  |  05:12 WIB

JAKARTA: Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2011 diproyeksikan sekitar 6%-6,5% yang masih ditopang oleh sektor pertambangan dan perkebunan serta otomotif.

Ekonom Danareksa Institute Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan positif sekitar 6%-6,5% setiap tahunnya sampai dengan 2016 karena tren ekonomi selama 7 tahun ke depan akan terus mengalami penmingkatan.

Sejak Maret 2009 perekonomian Indonesia mulai kembali ekspansi dan itu akan terus berlangsung sampai 7 tahun ke depan, dan hampir tidak ada hambatan yang berarti kecuali keterlambatan belanja pemerintah dan kenaikan harga bahan bakar minyak yang dikembalikan ke harga pasar, ujarnya dalam Hipmi Economic Outlook 2011 hari ini.

Purbaya memprediksi pertumbuhan ekonomi pada akhir 2010 realisatasnya akan on target di kisaran 5,7% yang sedikit terhambat pada awal tahun akibat gangguan dari harga pangan yang menggerus sedikit daya beli masyarakat sehingga selama kuartal ketiga agak melambat.

Ekonom Bank Mandiri Mirza Adityaswara juga memprediksi ekonomi Indoesia pada tahun depan akan tumbuh di kisaran 6%-6,5% dengan industri yang masih booming adalah yang terkait dengan pertambangan dan perkebunana serta otomotif.

Selain itu, katanya, kondisi politik dan sekotr finansial sangat mendukung terhadap pertumbuhan ekonomi sampai 6,5% meskipun tren inflasi dan suku bunga kredit pada tahun depan diperkirakan akan sedikit meningkat.

Saat ini, setengah dari pertumbuhan ekonomi itu ada di daerah, jadi pemerintah daerah harus melakukan ekspansi ekonomi dengan baik terutama mempercepat pembangunan dengan menggandeng pelaku usaha di daerah.

Mirza menyampaikan Industri yang berbasis komoditas perkebunan serta pertambangan masih akan menjadi primadona, terutama sektor yang tumbuh di atas nasional yaitu sektor konstruksi karenapada tahun ini suku bunga bank rendah dan terindikasi dari permintaan semen di semua daerah sangat tinggi.

Selain itu, penopang pertumbuhan ekonomi juga akan terjadi di sektor perdagangan yang tahun ini tumbuh sekitar 8,8%, serta di sektor transportasi dan komunikasi tumbuh sekitar 13%.

Dia menambahkan tren pertumbuhan ekonomi di dunia justru mengalami gejala over heating seperti China yang ekonominya ekspansi terlalu cepat sehingga mulai menaikkan suku bunga acuan. Beberapa negara lainya juga mengalami pertumbuhan yang terlalu cepat termasuk Thailand, Taiwan, India yang justru berencana akan sedikit memperlambat.

Di Indonesia memang terjadi pertumbuhan yang cepat itu hanya di sektor financial dibandingkan dengan sektor riil, yang terlihat dengan banyaknya IPO dan rights issue sejak akhir tahun ini dan masih berlanjut pada tahun depan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top