Juanda bangun runway baru

News Editor | 22 Desember 2010 23:07 WIB

JAKARTA: Bandara Juanda, Surabaya, membutuhkan runway (landasan pacu) baru dengan nilai pembangunan sekitar Rp408 miliar sebagai solusi jangka panjang mengurangi kepadatan penumpang.

Menteri BUMN Mustafa Abubakar menuturkan kebutuhan runway tambahan itu dinilai sangat penting.

Bandara Juanda butuh dua runway untuk memperbanyak penerbangan, sehingga bisa mengatasi kepadatan penumpang yang terjadi saat ini, jelasnya Rabu 22 Desember.

Dia menuturkan hal itu saat acara Penandatanganan Piagam Kesepakatan Bersama antara PT Angkasa Pura I dengan TNI Angkatan Laut, dalam rangka pemanfaatan lahan dan fasilitas milik TNI AL di sebelah selatan Bandara Juanda.

Di tempat yang sama, Direktur Bandara Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Bambang Tjahjono mengatakan pembangunan runway membutuhkan pendanaan Rp408 miliar, untuk ukuran 3.000 meter x 45 meter.

Minimal dibutuhkan runway baru yang ukurannya sama dengan eksisting saat ini, yaitu 3.000 meter x 45 meter. Di Bandara Kuala Namu [Medan], runway ukuran itu dibangun dengan biaya Rp408 miliar, paparnya.

Bambang menjelaskan runway ukuran tersebut mampu didarati pesawat berbadan lebar (wide body) sekelas Boeing 747. Pembangunan runway, kata dia, merupakan tanggung jawab dari pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perhubungan.

Selesai 11 bulan

Trikora Karjo, GM cabang Bandara Juanda PT Angkasa Pura I, menuturkan saat ini frekuensi penerbangan di pelabuhan udara internasional itu sangat padat.

Setiap jam jumlah penerbangan melalui satu runway itu sebanyak 35 kali sampai 40 kali. Sementara, idealnya adalah 22 kali per jam, jelas Trikora.

Kondisi terminal di Bandara Juanda saat ini sangat padat, dengan arus penumpang pada tahun ini diperkirakan mencapai 11,1 juta orang. Padahal, kapasitas terminal penumpang di bandara internasional yang diresmikan pada 2006 itu hanya 6,5 juta orang.

Sementara itu terkait kesepakatan dengan TNI AL, Direktur Utama AP I Tommy Soetomo mengatakan pihaknya akan memanfaatkan lahan untuk pembangunan Terminal 2 Bandara Juanda berkapasitas 4 juta orang penumpang per tahun.

Menurutnya, pembangunan terminal itu merupakan solusi cepat mengatasi kepadatan penumpang di bandara yang terletak di Ibu Kota Provinsi Jawa Timur itu.

Pembangunan Terminal 2 Bandara Juanda dianggarkan Rp400 miliar dan akan selesai dalam jangka waktu 11 bulan sejak diselesaikannya perizinan, jelasnya.

Dia menuturkan Terminal 2 itu akan dikhususkan untuk penerbangan internasional, dan seluruh rute yang dioperasikan oleh Garuda Indonesia.

Luas Terminal 2 sekitar 35.000m2. Sementara itu, apron eksisting Terminal 2 dapat menampung 14 unit pesawat sekelas Boeing 737, papar Tommy. (sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top