Realisasi belanja per November 67,3%

JAKARTA: Kendati pemerintah telah mengupayakan sejumlah langkah percepatan penyerapan anggaran, realisasi belanja pemerintah pusat hingga bulan kesebelas baru sebesar Rp526,6 triliun atau 67,3% dari pagu APBNP 2010.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 20 Desember 2010  |  11:57 WIB

JAKARTA: Kendati pemerintah telah mengupayakan sejumlah langkah percepatan penyerapan anggaran, realisasi belanja pemerintah pusat hingga bulan kesebelas baru sebesar Rp526,6 triliun atau 67,3% dari pagu APBNP 2010.

Data Kementerian Keuangan mencatat realisasi belanja negara per November mencapai Rp817,2 triliun atau 72,6% terhadap pagu APBNP 2010 yang sebesar Rp1.126,1 triliun. Realisai tersebut berasal dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp526,6 triliun (67,3% dari pagu) dan realisasi transfer ke daerah Rp219,6 triliun (84,6% dari pagu). Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan Mulia P. Nasution mengungkapkan dalam rangka melakukan percepatan penyerapan anggaran, pemerintah telah melakukan delapan langkah atau kebijakan. Pertama, memberikan fleksibilitas atau kewenangan yanglebih luas kepada kuasa pengguna anggaran (KPA) dalam melakukan revisi anggaran tahun ini.Kedua, membatasi pengajuan pengajuan usul revisi Rencana Kerja Anggaran Kementerian/Lembaga (RKAKL) atau satuan anggaran per satuan kerja (SAPSK) paling lambat 15 oktober 2010. Ketiga, menghimbau K/L agar segera mengusulkan pembukaan blokir atas RKAKL tahun ini guna mempercepat realisasi anggaran, tulis dia dalam siaran persnya, hari ini. Keempat, meminta K/L agar menyampaikan laporan perkembangan (progress report) realisasi anggaran dan hasil peningkatan efisiensi atau optimalisasi pada 2010. Kelima, menyempurnakan SOP revisi anggaran, termasuk pencairan blokir, dalam lima hari kerja. Keenam, meningkatkan sosialisasi kepada K/L agar tidak terjadi pemblokiran. Ketujuh, menyusun pedoman dalam pengajuan ijinkontrak tahun jamak oleh Menteri Keuangan kepada K/L. Kedelapan,melakukan revisi atau penyempurnaan terhadap peraturan yang berpotensi menghambat pencairan anggaran. Mulia memaparkan kinerja belanja pemerintah pusat sejauh ini dipengaruhi oleh belanja K/L yang per November sebesar Rp249,6 triliun atau 68,2% dari pagu Rp366,13 triliun. Itu lebih rendah dari realisasi belanja K/L pada periode yang sama 2009 sebesar 70,7% dari pagu Rp307 triliun. Selain itu, lanjut dia, belanja non K/L mencapai Rp276 triliun atau 66,4% dari pagu Rp415,4 triliun, lebih rendah dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu 68,1% dari pagu Rp321,81 triliun. Realisasi belanja non K/L per November tersebut, a.l. terdiri dari realisasi subsidi Rp129 triliun (64,1% dari pagu), pembayaran bunga utang Rp78,6 triliun (74,4%), dan belanja lain-lain Rp10,8 triliun (32,9%).Terkait penerimaannegara dan hibah, Kementerian Keuangan mencatat Rp833,2 triliun atau 84% dari target APBNP 2010. Itu terdiri atas penerimaan perpajakan sebesar Rp616,5 triliun (82,9% dari target), penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp215,8 triliun (87,3%), dan hibah Rp900 miliar (47,4%). "Realisasi APBNP 2010 sampai dengan November mengalami surplus sebesar Rp15,9 triliun. sebagai perbandingan, kinerja APBNP dalam periode yang sama tahun 2009 yang mengalami defisit sebesar Rp512 triliun," kata Mulia. (bsi)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Puput Jumantirawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top