Pakai tailing tambang untuk produksi semen

JAKARTA: Pemerintah mendorong investor semen di Indonesia untuk memanfaatkan limbah industri tambang mineral (tailing) yang dinilai lebih baik, efisien dan kompetitif serta ramah lingkungan.Bahkan, tailing tambang yang sudah terbukti melimpah di Grassberg,
News Editor
News Editor - Bisnis.com 15 Desember 2010  |  11:28 WIB

JAKARTA: Pemerintah mendorong investor semen di Indonesia untuk memanfaatkan limbah industri tambang mineral (tailing) yang dinilai lebih baik, efisien dan kompetitif serta ramah lingkungan.Bahkan, tailing tambang yang sudah terbukti melimpah di Grassberg, Papua itu kini disebut-sebut bisa menutupi kebutuhan bahan baku semen hingga untuk kapasitas pabrik 2030 juta ton per tahun.

Sekretaris Ditjen Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Witoro Soelarno mengatakan kapur merupakan bahan baku utama semen di luar pasir kuarsa, gypsum, batu pasir, dan pasir besi dengan perbandingan sekitar 70%:30%. Kapur, katanya, secara volume sangat melimpah ketersediaannya di dalam negeri, terutama di sekitar pantai Selatan Jawa dan pantai Barat Sumatra dan lokasi lain yang terbentuk dari endapan laut.

Hanya saja, katanya, untuk memanfaatkannya sebagai bahan baku, harus dilakukan proses seleksi ketat terkait dengan potensi penurunan kualitas lingkungan di sekitar sumber daya tersebut. Hal ini terkait dengan fungsi kapur yang juga sebagai pembawa air.

Jadi memanfaatkan kapur itu tidak semata-mata masalah keekonomian melainkan juga kelestarian lingkungan walaupun memang bisa saja dilakukan introduksi teknologi untuk mengurangi dampak negatifnya, katanya kepada Bisnis hari ini.

Witoro mengatakan sebenarnya terdapat jalan keluar yang bisa dilakukan oleh investor apabila berniat membangun pabrik semen di Indonesia, yaitu dengan memanfaatkan tailing tambang mineral. Bahkan, tuturnya, pemerintah menyarankan investor baru untuk bekerja sama dengan pemilik tambang Grassberg, yaitu PT Freeport Indonesia yang tailingnya diduga bisa dijadikan bahan baku semen dengan kapasitas 2030 juta ton per tahun.

Mungkin dibuka saja peluang untuk bekerja sama dengan Freeport untuk memanfaatkan tailingnya. Tailing tambang itu bisa dijadikan bahan baku semen yang justru lebih bagus, kompetitif, dan ramah lingkungan dibandingkan dengan kapur. Bahkan kami dengar Freeport mau bangun pabrik semen di sana, paparnya.

Dia mengatakan pemerintah siap memberikan fasilitas kepada investor apabila tertarik membangun pabrik semen di Papua. Pemerintah bahkan siap memberikan insentif-insentif tertentu agar investor tertarik berinvestasi.

Mereka sebenarnya juga tidak perlu melakukan pembebasan lahan untuk eksploitasi. Infrastruktur juga sudah cukup tersedia, seperti jalan dan pelabuhan. Kalau mereka perlu insentif, kami bisa memfasilitasi karena toh ini juga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di Papua, katanya. (aph)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top