ADB kucurkan pinjaman US$200 juta ke Indonesia

JAKARTA: Asian Development Bank (Bank Pembangunan Asia/ADB) menyediakan $200 juta bagi Indonesia untuk memacu partumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan meningkatkan upaya pengurangan kemiskinan.
News Editor | 14 Desember 2010 06:11 WIB

JAKARTA: Asian Development Bank (Bank Pembangunan Asia/ADB) menyediakan $200 juta bagi Indonesia untuk memacu partumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan meningkatkan upaya pengurangan kemiskinan.

Dewan Direktur ADB hari ini menyetujui pinjaman program bantuan pengembangan kebijakan yang keenam, untuk membantu pemerintah Indonesia mendorong reformasi jangka menengah dan agenda pembangunan.

Pinjaman program yang dimulai pada 2004 disiapkan bersama-sama dengan Bank Dunia dan pemerintah Jepang.

Pinjaman dari dana komersial ADB (Ordinary Capital Resources/OCR) ini memiliki masa pengembalian 15 tahun termasuk masa tenggang 3 tahun dan bunga ditentukan sesuai dengan ketentuan fasilitas pinjaman London inter bank offered rate (LIBOR). Lembaga pelaksana program adalah Kementrian Koordinator Perekonomian.

Reformasi yang terakhir ini akan membantu mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dalam jangka menengah, kata Edimon Ginting, Ekonom Senior ADB di Kantor Perwakilan ADB di Indonesia, hari ini.

Dia menilai Indonesia telah mencapai banyak kemajuan dalam pertumbuhan ekonomi dan pengurangan kemiskinan dalam beberapa tahun terakhir. Namun, lanjutnya, pertumbuhan ekonomi masih dibawah angka sebelum krisis keuangan Asia pada 1997 dan 1998 padahal sekitar 40% dari penduduk masih berada sedikit di atas garis kemiskinan.

Pinjaman program untuk reformasi yang keenam difokuskan pada perbaikan iklim investasi, memperkuat managemen keuangan publik, tata kelola pemerintahan dan meningkatkan upaya pengurangan kemiskinan dan akses rakyat miskin untuk mendapatkan layanan publik.

Program ini mencakup inisiatif seperti dibuatnya pelayanan terpadu satu pintu untuk investasi nasional, menyederhanakan prosedur perizinan investasi dan menyusun kerangka kerja logistik nasional.

Di bidang managemen keuangan publik, program ini mendukung upaya penyusunan anggaran berbasis kinerja, perkiraan kebutuhan dana yang lebih baik dan sistem informasi pengelolaan keuangan publik secara terpadu.

ADB yang berkedudukan di Manila bertekad untuk mengurangi kemiskinan di kawasan Asia dan Pasifik melaui pertumbuhan ekonomi yang melibatkan semua pihak, pertumbuhan yang berwawasan lingkungan secara berkelanjutan dan integrasi regional.

ADB berdiri pada 1966 dan dimiliki oleh 67 negara anggota dimana 48 diantaranya ada di kawasan Asia. Pada 2009 ADB menyetujui total pinjaman $16,1 milyar untuk pembiayaan operasional termasuk pinjaman, hibah, penjaminan, program fasilitas pembiayaan perdagangan, investasi ekuitas dan bantuan teknis. ADB juga memobilisasi pendanaan bersama sebesar $3,2 milliar.(mmh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Intan Permatasari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top