Koperasi tidur akan 'dibangunkan'

JAKARTA: Pemerintah melalui program Gerakan Masyarakat Sadar Koperasi (Gemaskop) akan mendorong peningkatan jumlah koperasi yang tertidur minimal sekitar 5.000 unit setiap tahun hingga periode 2014.
Yanto Rachmat Iskandar | 06 Desember 2010 11:42 WIB

JAKARTA: Pemerintah melalui program Gerakan Masyarakat Sadar Koperasi (Gemaskop) akan mendorong peningkatan jumlah koperasi yang tertidur minimal sekitar 5.000 unit setiap tahun hingga periode 2014.

Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan, mengatakan, dengan demikian jumlah koperasi yang saat ini tidak aktif sekitar 40% dari total 170.000 unit, secara perlahan bisa berperan kembali membangun perekonomian nasional.Dengan pengurangan angka sebanyak 5.000 koperasi tidak aktif per tahun, saya kira sudah cukupo bagus bagi Indonesia. Salah satu metodanya adalah, member perkuatan permodalan, ujar Sjarifuddin Hasan kepada Bisnis, hari ini.Adapun momentum bagi pemerintah untuk mengaktifkankembali koperasi tersebut melalui Gemaskop yang telah dicanangkan mulai pada awal tahun ini. Program ini merupakan andalan Kementerian Koperasi dan UKM untuk mengajak masyarakat kembali bersosialisasi melalui koperasi.Meski pengurangan angka koperasi tidak aktif hanya sekitar 5.000 per tahun, akan tetapi Menteri Koperasi dan UKM berharap jumlah tersebut bisa dilampaui. Sebab, Gemaskop tidak hanya digalakkan pada tingkat provinsi, akan tetapi disosialisasikan ke tingkat kabupaten/kota dan desa.Dengan memberikan perkuatan dari sisi pembiayaan, kami mengharapkan mereka bisa menangkap peluang usaha secara optimal. Selanjutnya jumlah koperasi yang tidak aktif sekitar 25%, bisa diperkecil jumlahnya.Untung Tri Basuki, Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian Koperasi dan UKM, secara terpisah mengemukakan, target pemerintah terhadap aktivitas kembali koperasi-koperasi yang masih tertidur hingga 2014, diharapkan sekitar 85%.Salah satu metodologi yang diterapkan ke depan oleh pemerintah melalui program Gemaskop, menjadikan lembaga koperasi yang tepercaya. Caranya, menjadikan mereka kompetitif, efisien, dan profesional.Strateginya dalam pencapaian target itu melalui perkuatan kapasitas SDM, kualitas manajemen, dukungan teknologi industri, produksi dan pengolahan, serta dorongan kemitraan sesama jejaring usaha koperasi.Selain itu, koperasi harus berpegang pada prinsip-prinsip dasar perkoperasian Indonesia. Oleh karena itu misi dari Gemaskop adalah mengembangkan organisasi secara profesional, maupun melakukan perkuatan struktur permodalan secara internal maupun dari luar, tukas Untung Tri Basuki. (mrp)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top