Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ada Tensi Geopolitik, Ekonomi Indonesia Kuartal I/2024 Diproyeksi 4,9%-5,1%

Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I/2024 akan tetap terjadi meskipun di tengah eskalasi tensi geopolitik, khususnya di Timur Tengah, yakni Iran dan Israel.
Warga beraktivitas dengan latar suasana gedung perkantoran di Jakarta, Rabu (2/8/2023). Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II/2023 akan terjaga di level 5 persen, seiring dengan perkembangan yang positif. JIBI/Bisnis/Himawan L Nugraha
Warga beraktivitas dengan latar suasana gedung perkantoran di Jakarta, Rabu (2/8/2023). Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II/2023 akan terjaga di level 5 persen, seiring dengan perkembangan yang positif. JIBI/Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Direktur Riset Makroekonomi Center of Reform on Economics (Core) Ahmad Akbar Susamto memproyeksikan ekonomi Indonesia akan mampu bertahan dan tumbuh pada rentang 4,9% hingga 5,1% (year-on-year/yoy) pada kuartal I/2024. 

Akbar menilai pertumbuhan akan tetap terjadi meskipun di tengah eskalasi tensi geopolitik, khususnya di Timur Tengah, yakni Iran dan Israel.

“Ada beberapa pertimbangan [adanya pertumbuhan], faktor pendorong ada Pemilu, itu menggerakkan konsumsi rumah tangga dan lembaga non-profit rumah tangga [LNPRT],” ungkapnya dalam Quarterly Review 2024, Kamis (25/4/2024). 

Meski konsumsi rumah tangga terus tumbuh, Akbar menilai peningkatan konsumsi terjadi secara terbatas karena adanya low base effect pada 2022. 

Lebih lanjut, bukan hanya Pemilu yang berlangsung pada Februari lalu, Akbar juga melihat momen Ramadan yang berlangsung sejak awal Maret pun memberikan dorongan terhadap ekonomi Tanah Air. 

Meski demikian, pertumbuhan tersebut harus tertahan karena kinerja perdagangan luar negeri Indonesia, yakni ekspor impor, yang mengalami penurunan cukup tajam. 

Hal ini diakibatkan oleh meningkatnya harga komoditas migas dan penurunan permintaan komoditas strategis. 

Dari sisi impor, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) serta naiknya harga komoditas mempengaruhi realiasi impor pada kuartal pertama ini. Pada akhirnya, surplus neraca perdagangan akan semakin menyempit. 

“Ada kombinasi itu, tetapi Indonesia masih akan mampu tumbuh antara 4,9% - 5,1% [kuartal I/2024],” tuturnya. 

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo turut optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I/2024 akan lebih tinggi dari kuartal IV/2023. 

Kepercayaan ini didukung permintaan domestik yang tetap kuat dari konsumsi rumah tangga sejalan dengan Ramadan dan menjelang Idulfitri. 

Selain konsumsi rumah tangga, Perry mengatakan bahwa investasi bangunan akan tumbuh lebih tinggi dari perkiraan, ditopang oleh berlanjutnya Proyek Strategis Nasional (PSN) di sejumlah daerah dan berkembangnya properti swasta sebagai dampak positif dari insentif pemerintah.

“Secara keseluruhan, ketahanan ekonomi Indonesia itu berdaya tahan, kuat, pertumbuhan ekonomi tetap tinggi, bahkan kuartal I dan kuartal II akan lebih tinggi dari kuartal IV/2023,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur, Rabu (24/4/2024). 

Pemerintah pun turut optimistis ekonomi pada kuartal I/2024 akan mampu tumbuh di kisaran 5%. Sementara target secara keseluruhan atau full year pada akhir tahun ini, pemerintah mematok di angka 5,2% (year-on-year/yoy). 

“Kami berharap di Q1/2024 [pertumbuhan ekonomi] angkanya cukup bagus. InsyaAllah [5%],” tutur Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di kantor Kemenko Perekonomian, Senin (22/4/2024). 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper