Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pengamat Minta Pemerintah Antisipasi Lonjakan Harga Pangan Jelang Ramadan

Pengamat menilai pemerintah perlu melakukan sejumlah upaya guna mengantisipasi lonjakan harga pangan menjelang Ramadan.
Buruh melakukan bongkar muat karung berisi beras di Gudang Bulog Divre Jawa Barat di Gedebage, Bandung, Jawa Barat, Senin (30/1/2023). Bisnis/Rachman
Buruh melakukan bongkar muat karung berisi beras di Gudang Bulog Divre Jawa Barat di Gedebage, Bandung, Jawa Barat, Senin (30/1/2023). Bisnis/Rachman

Bisnis.com, SEMARANG - Pengamat Pertanian Center of Reform on Economic (Core), Eliza Mardian, meminta pemerintah melakukan sejumlah upaya guna mengantisipasi lonjakan harga pangan menjelang Ramadan.
 
Eliza mengatakan, untuk jangka pendek, pemerintah harus memastikan kelancaran distribusi dan pengawasan yang ketat mengingat distribusi sangat menentukan harga.
 
Dia menuturkan struktur pasar komoditas pertanian cenderung oligopsoni di tingkat petani dan oligopoli di tahapan selanjutnya. Inilah yang berpotensi menyebabkan asimetris informasi termasuk harga.
 
“Hal ini dapat merugikan konsumen dan petani. Jadi itu yang mesti diawasi,” kata Eliza kepada Bisnis, Selasa (20/2/2024).
 
Kemudian untuk jangka panjang, Eliza menilai perlunya penyusunan database supply demand di semua sentra produksi pangan, perikanan, dan peternakan. Dengan adanya data tersebut, pemerintah dapat memantau stok dan mengatur distribusi agar merata untuk menekan disparitas harga antar daerah.
 
Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkfili Hasan dalam pembukaan rapat kerja Kemendag Tahun 2024 di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (20/2/2024) meminta jajaran Kementerian Perdagangan (Kemendag) hingga pemerintah daerah guna menjaga stabilitas harga pangan jelang Ramadan. 
 
“Saya minta tetap kita fokus konsentrasi. Ini memerlukan perhatian khusus oleh saudara-saudara,” ujar Zulhas.
 
Zulhas mengatakan, pihaknya berhasil menjaga stabilitas harga komoditas pangan pada momentum Ramadan serta Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023. Dia mengharapkan, keberhasilan tersebut dapat berlanjut di 2024.
 
Berdasarkan data Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas), Selasa (20/2/2024) pukul 16.16 WIB, mayoritas harga pangan secara rata-rata dilaporkan melonjak naik. 
 
Sore ini, hanya komoditas ikan kembung dan tepung terigu kemasan noncurah yang terekam turun harga. Harga ikan kembung dilaporkan turun 0,66% menjadi Rp37.870 per kilogram dan tepung terigu kemasan noncurah turun 0,15% menjadi Rp13.460 per kilogram.
 
Sementara itu, harga beras premium dan beras medium terus bergerak naik menjauhi harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Harga beras premium naik 0,44% menjadi Rp16.160 per kilogram dan harga beras medium naik 0,28% menjadi Rp14.120 per kilogram.
 
Adapun, HET yang dipatok pemerintah yakni Rp10.900-Rp11.800 per kilogram untuk beras medium dan Rp13.900-Rp14.800 per kilogram untuk beras premium.
 
Lonjakan harga juga terjadi pada berbagai jenis cabai dan bawang. Harga bawang merah terekam naik 0,71% menjadi Rp33.810 per kilogram dan bawang putih bonggol naik 0,21% menjadi Rp38.780 per kilogram.

Harga cabai merah keriting terkerek naik 1,39% menjadi Rp63.380 per kilogram, sedangkan cabai rawit merah naik 1,89% menjadi Rp62.510 per kilogram.
 
Harga kedelai biji kering impor naik menjadi Rp13.390 per kilogram, daging sapi murni naik menjadi Rp134.160 per kilogram, dan jagung di tingkat peternak naik menjadi Rp8.740 per kilogram.
 
Harga berbagai produk unggas juga terkerek naik. Harga daging ayam tercatat berada di level Rp36.490 per kilogram dan telur ayam ras naik menjadi Rp29.200 per kilogram.
 
Selanjutnya, harga gula konsumsi naik menjadi Rp17.580 per kilogram, minyak goreng kemasan sederhana naik menjadi Rp17.500 per liter, tepung terigu curah naik menjadi Rp10.640 per kilogram, dan harga minyak goreng curah naik menjadi Rp15.360 per kilogram.
 
Harga garam halus beryodium naik menjadi Rp11.700 per kilogram. Kemudian, harga berbagai jenis ikan seperti ikan tongkol dan ikan bandeng masing-masing naik menjadi Rp33.130 per kilogram dan Rp34.170 per kilogram.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ni Luh Anggela
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper